Ilustrasi pesawat militer AS. [Dok. af.mil /]
Baca 10 detik
- Pakar UMY Ratih Herningtyas mengkritik wacana pemberian izin masuk pesawat militer Amerika Serikat ke wilayah udara Indonesia.
- Kebijakan tersebut dinilai mengancam kedaulatan negara serta berisiko disalahgunakan untuk kepentingan intelijen dan pemindaian data strategis Indonesia.
- Pemerintah disarankan mengevaluasi kapasitas militer nasional daripada memberikan akses wilayah udara yang berisiko bagi keamanan negara tersebut.
Di tengah situasi global yang tidak menentu, Ratih meminta pemerintah untuk mengevaluasi kembali kapasitas militer nasional dalam melindungi kedaulatan secara mandiri.
Hal ini dianggap lebih mendesak daripada memberikan konsesi wilayah udara yang berisiko tinggi bagi keamanan nasional.
"Satu-satunya cara untuk bertahan atau untuk melindungi negara itu kan dengan siap dengan kapasitas diri sendiri. Ya tentu saja Indonesia harus mengevaluasi kapasitas militer kita itu sejauh mana untuk bisa mempersenjatai diri mengamankan dan memberikan perlindungan kepada wilayah kedaulatan Indonesia," tandasnya.
Tag
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!
-
China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar
-
China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!
-
Kerugian Iran Tembus Rp4.300 Triliun, Garda Revolusi Siapkan Serangan Balasan ke AS-Israel
-
Sekjen PBB: Sudah Saatnya Israel dan Lebanon Bekerja Sama
-
Dari Paris, Prabowo Kirim Ucapan Ulang Tahun ke Titiek Soeharto
-
Bayar atau Babak Belur: Mengapa Premanisme Tanah Abang Tak Pernah Benar-Benar Hilang?
-
Izin ke Amerika Serikat, Negara Tetangga Ingin Beli Lebih Banyak Minyak dari Rusia