- Dino Patti Djalal menekankan pentingnya Indonesia mempertahankan politik luar negeri independen saat menghadiri Middle Power Conference di Jakarta.
- Indonesia disarankan mencontoh Pakistan yang berani bersikap tegas dan mengkritik negara besar demi menegakkan hukum internasional.
- Konsistensi dalam menjalankan prinsip bebas aktif menjadi kunci agar Indonesia memiliki wibawa dan suara dalam tatanan global.
Serangan-serangan tersebut dinilai oleh Pakistan sebagai bentuk pelanggaran nyata terhadap hukum internasional yang berlaku secara universal.
"Pakistan bisa memainkan peran yang penting… mengambil posisi yang berprinsip. Jadi, dia [Pakistan] mengecam serangan Amerika terhadap Iran yang memang melanggar hukum internasional. Apalagi membunuh pemimpinnya dengan sengaja," ujarnya.
Dalam konteks Indonesia, Dino menilai bahwa prinsip politik luar negeri yang "bebas dan aktif" bukan sekadar jargon sejarah. Prinsip ini justru menjadi ruang bagi pemerintah untuk tetap bersikap independen di tengah tarikan kepentingan blok-blok besar.
Konsistensi dalam menjalankan prinsip tersebut menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam tatanan global.
Indonesia, menurut Dino, harus memiliki keberanian untuk menyampaikan kritik secara terbuka jika ada tindakan negara lain yang melanggar aturan main internasional.
Hal ini menjadi bagian dari tanggung jawab moral Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi perdamaian dunia.
"Menurut saya, sebagai middle power, kita jangan lupa bahwa bebas aktif itu berarti bebas untuk bersikap, bebas untuk mengkritik, dan kita harus punya nyali untuk membela hal-hal yang penting bagi tatanan dunia yang adil," kata Dino.
Berita Terkait
-
Apa Saja Penyebab AS-Iran Batal Sepakat Damai? Ini 4 Faktornya
-
Negosiasi Islamabad Buntu, Israel Panaskan Mesin Siap Serang Iran dalam Waktu Dekat
-
Seenaknya Blokade Selat Hormuz, Iran Sebut AS Seperti Perompak di Mata Dunia
-
Iran Tak Kenal Kata Tunduk! Tegaskan 'Gertak Sambal' AS di Selat Hormuz Sia-sia
-
Situasi Memanas, Iran Gunakan Hukum Darurat Perang untuk 'Habisi' Mata-mata AS-Israel
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli
-
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah
-
Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD
-
Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya
-
Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok
-
Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027
-
Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari
-
Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang
-
Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!
-
Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas