Suara.com - Upaya perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali menemui jalan buntu. Setelah menjalani perundingan damai secara maraton selama lebih dari 21 jam di Islamabad, Pakistan, kedua negara gagal mencapai kesepakatan damai yang diharapkan bisa memperpanjang gencatan senjata dua pekan yang telah dimulai sejak 8 April.
Negosiasi yang berlangsung sejak Sabtu (11/4) hingga Minggu (12/4) pagi itu menjadi momen langka, mengingat ini adalah pertemuan tatap muka pertama antara kedua negara sejak Revolusi Islam Iran pada 1979. Namun, alih-alih menghasilkan kesepakatan, perundingan tersebut justru menegaskan betapa dalamnya perbedaan kepentingan antara Washington dan Teheran.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya sempat mengumumkan adanya kesepakatan awal berupa gencatan senjata selama dua pekan. Hal ini memunculkan harapan bahwa hubungan kedua negara dapat mencair setelah bertahun-tahun berada dalam ketegangan tinggi.
Namun, harapan tersebut pupus setelah Wakil Presiden AS, J.D. Vance, yang memimpin delegasi Washington, menyatakan bahwa negosiasi tidak menghasilkan kesepakatan apa pun. Ia menegaskan bahwa delegasi AS akan kembali ke negaranya tanpa membawa hasil konkret dari pembicaraan panjang tersebut.
Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengakui bahwa memang ada sejumlah titik temu dalam pembahasan. Namun, ia menegaskan bahwa masih terdapat dua hingga tiga isu krusial yang tidak dapat disepakati, sehingga kesepakatan damai gagal tercapai.
Berikut beberapa sebab AS-Iran batal sepakat damai.
1. Program Nuklir
Salah satu penyebab utama kegagalan perundingan adalah perbedaan sikap terkait program nuklir Iran. Pemerintah AS menuntut agar Iran menghentikan sepenuhnya program nuklirnya sebagai bagian dari kesepakatan damai.
Namun, Iran menolak tuntutan tersebut. Teheran bersikukuh bahwa program nuklir yang mereka jalankan bertujuan untuk kepentingan sipil, bukan untuk mengembangkan senjata nuklir. Iran bahkan menyatakan kesediaannya untuk membatasi aktivitas nuklirnya, tetapi dengan syarat seluruh sanksi ekonomi terhadap mereka dicabut.
Baca Juga: Saat Menhan Sjafrie 'Guncang' Pentagon, Ini Daftar Kerja Sama Pertahanan RI-AS Terbaru
Perbedaan posisi ini menjadi salah satu hambatan terbesar dalam negosiasi. AS menganggap penghentian total sebagai syarat mutlak, sementara Iran menilai tuntutan tersebut tidak realistis dan melanggar hak mereka sebagai negara berdaulat.
2. Sengketa Selat Hormuz
Selain isu nuklir, Selat Hormuz juga menjadi topik panas dalam perundingan. Jalur laut strategis ini memiliki peran vital dalam perdagangan energi global, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia melewati wilayah tersebut.
Sejak konflik memanas, Iran dilaporkan telah menutup akses Selat Hormuz secara efektif, yang berdampak besar pada lonjakan harga energi global. Kondisi ini bahkan disebut-sebut sebagai guncangan ekonomi terburuk sejak embargo minyak tahun 1973.
Dalam negosiasi, Iran bersikeras ingin mengendalikan selat tersebut, termasuk memberlakukan biaya bagi kapal-kapal yang melintas. Sebaliknya, AS menuntut agar Selat Hormuz tetap terbuka dan bebas biaya demi menjaga stabilitas perdagangan global.
Perbedaan kepentingan ini semakin memperlebar jurang antara kedua negara, mengingat Selat Hormuz bukan hanya soal kedaulatan, tetapi juga menyangkut kepentingan ekonomi dunia.
Berita Terkait
-
Saat Menhan Sjafrie 'Guncang' Pentagon, Ini Daftar Kerja Sama Pertahanan RI-AS Terbaru
-
Negara-negara Arab Bungkam, Iran Kutuk Aksi Penghinaan Al Aqsa oleh Zionis Israel
-
5 Fakta Blokade Amerika Serikat ke Selat Hormuz, Apa Tujuannya?
-
Israel - Lebanon Akan Berunding, Tapi Anak Buah Donald Trump Mau Nimbrung
-
Negosiasi Islamabad Buntu, Israel Panaskan Mesin Siap Serang Iran dalam Waktu Dekat
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Bahrain Diserang Iran, Kemendagri Bunyikan Sirine Umumkan Darurat Warga Disuruh Berlindung
-
Kembali Diperiksa KPK, Gus Yaqut Berharap Kebenaran Terungkap di Kasus Kuota Haji
-
FKBI Kritik Tayangan World Cup 2026 TVRI Gara-Gara Promosi Super Soccer
-
Sekolah Rakyat Junjung Prinsip Setiap Siswa Berharga, ESQ Dukung Pemetaan Talenta Siswa
-
Gawat! Perang AS - Iran Kali Ini Tanpa Batas Waktu, Trump Ungkit Kesepakatan Awal
-
28.478 Siswa Baru Masuk Sekolah Rakyat
-
MPLS Sekolah Rakyat Digelar Bertahap Empat Gelombang
-
JPO Tendean Nyaris Ambruk, Crane Masih Tersangkut dan Kemacetan Mengular
-
Tiang Copot Usai Dihantam Truk! JPO Tendean Harus Dibongkar Total, Arus ke Blok M Bakal Ditutup
-
Sempat Dijaga TNI Rumah Febrie di Radio Dalam Bakal Digeledah? Kejagung Siap Cari Bunker Rahasia