News / Internasional
Rabu, 15 April 2026 | 06:30 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan pernyataan kontroversial terkait rakyat Iran dalam acara penggalangan dana Partai Republik di Washington, 25 Maret 2026. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Wakil Perdana Menteri Spanyol Yolanda Díaz mengecam pernyataan Presiden AS Donald Trump terhadap Paus Leo XIV pada Selasa, 14/4/2026.
  • Trump mengkritik kebijakan Paus Leo XIV dan meragukan kredibilitas pemimpin negara tersebut melalui unggahan di platform Truth Social.
  • Díaz menilai komentar Trump tidak sopan serta berpotensi memicu masalah serius jika ditujukan kepada pemimpin negara lainnya secara umum.

Suara.com - Wakil Perdana Menteri Spanyol, Yolanda Díaz, mengecam pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Paus Leo XIV dan menyebutnya sebagai kesalahan besar dalam sejarah.

Berbicara kepada wartawan asing di Madrid, Selasa (14/4/2026), Díaz menilai komentar tersebut tidak menunjukkan rasa hormat terhadap pemimpin Gereja Katolik sekaligus Kepala Negara Vatican City.

"Paus adalah pemimpin negara dan pemimpin agama yang mewakili jutaan umat beriman," kata Díaz.

"Tidak masalah apakah seseorang religius atau tidak; komentar seperti itu tidak pantas,” ujarnya menegaskan.

Sebelumnya, melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut Paus Leo memiliki rekam jejak yang “lemah” dalam menangani kejahatan serta mengkritik kebijakan luar negerinya.

Trump juga mengisyaratkan bahwa Leo, yang disebut sebagai Paus pertama dari Amerika, tidak akan terpilih jika bukan dirinya yang menjabat sebagai Presiden AS.

Díaz menegaskan bahwa ia tetap menghormati kedua tokoh tersebut dalam perannya masing-masing, namun mempertanyakan dampak jika pernyataan serupa diarahkan kepada pemimpin negara lain.

“Jika saya mengatakan tentang pemimpin negara lain apa yang dikatakan Trump tentang Paus, siapa yang tahu apa yang akan terjadi?” tuturnya menambahkan.

(Antara)

Baca Juga: Klaim Iran Kalah dan Hormuz Dibersihkan, Donald Trump Ucap 'Alhamdulillah'

Load More