- Blokade laut AS di Selat Hormuz merupakan strategi berisiko tinggi yang menguji daya tahan ekonomi Iran terhadap kebijakan maksimalis Donald Trump.
- Teheran memperingatkan bahwa blokade tersebut akan memicu lonjakan harga bensin di Amerika Serikat dan melumpuhkan pasokan energi bagi negara-negara Asia.
- Kehadiran kapal perang USS Tripoli di perairan Timur Tengah dianggap oleh Garda Revolusi Iran sebagai pelanggaran gencatan senjata yang siap direspons secara militer.
Respons Keras Garda Revolusi Iran
Republik Islam Iran tidak tinggal diam melihat ancaman blokade sepihak yang dianggap sebagai bentuk pemerasan dunia tersebut.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan bahwa setiap kapal militer asing yang mendekati selat dengan dalih apa pun akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Teheran sebelumnya telah membuktikan kemampuannya untuk mengendalikan Selat Hormuz sebagai senjata asimetris yang sangat efektif.
Penguasaan Iran atas jalur ini telah menimbulkan kerugian finansial yang signifikan bagi pihak Barat dan mitra-mitranya.
Akibat ketegangan ini, jumlah kapal yang melintas di selat tersebut menyusut drastis dari 135 kapal per hari menjadi hanya angka satu digit.
Ancaman Krisis Bensin bagi Rakyat Amerika
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memberikan peringatan menohok kepada rakyat Amerika Serikat mengenai dampak kebijakan Trump.
"Nikmati angka harga di pompa saat ini. Dengan apa yang disebut ‘blokade’, sebentar lagi Anda akan merindukan harga bensin 4 sampai 5 dolar AS," tulis Ghalibaf dalam unggahannya.
Baca Juga: Mengapa Donald Trump Unggah Foto Dirinya Mirip Yesus?
Ghalibaf menilai bahwa Washington terlalu fokus untuk menekan Iran sehingga menutup mata terhadap penderitaan ekonomi yang mereka timbulkan bagi dunia.
Iran merasa memiliki kemampuan bertahan yang lebih kuat dibandingkan Amerika Serikat yang sangat sensitif terhadap inflasi harga bahan bakar.
Bagi Teheran, keuntungan harga minyak mentah yang tinggi belakangan ini justru membantu mereka menopang ekonomi yang sedang dibangun kembali.
Penderitaan Konsumen Energi di Asia
Dampak blokade ini diprediksi akan sangat menyakitkan bagi negara-negara Asia yang selama ini bergantung pada aliran minyak dari Timur Tengah.
India, yang sebelumnya mendapatkan pengecualian sanksi untuk membeli minyak Iran, kini kemungkinan besar harus kehilangan akses energi murah tersebut.
Berita Terkait
-
AS Memblokade Selat Hormuz tapi Malah Kehabisan Rudal, Kini Keteteran?
-
Trump Bakal Pecat Jerome Powell dari Bos The Fed
-
Iran Peringatkan Kapal Perang AS yang Blokade Selat Hormuz dalam Jangkauan Rudal
-
AS Diminta Pakai Logika Jika Ingin Negosiasi Ulang dengan Iran
-
Padahal Dijaga Ketat, Kapal Tanker Berhasil Tembus Blokade Ketat Militer AS di Selat Hormuz
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
KPK Dalami Dugaan Pemerasan THR di Cilacap, 7 Pejabat Diperiksa sebagai Saksi
-
Update Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: 3 Perwira dan 1 Bintara TNI Segera Disidang!
-
Dokumen Bocor, Iran Gunakan Satelit Mata-Mata China Untuk Perang Lawan Amerika Serikat
-
AS Memblokade Selat Hormuz tapi Malah Kehabisan Rudal, Kini Keteteran?
-
Iran Peringatkan Kapal Perang AS yang Blokade Selat Hormuz dalam Jangkauan Rudal
-
Zulhas Bongkar Penyebab Minyakita Langka, Ternyata Bukan Soal Stok
-
Bukan Rudal Iran! Warga Israel Kocar-kacir Diserang Hewan Kecil yang Diistimewakan Alquran
-
33 Hari Kasus Andrie Yunus, KontraS Soroti Lambannya Penanganan dan Minim Transparansi
-
AS Diminta Pakai Logika Jika Ingin Negosiasi Ulang dengan Iran
-
7 Fakta Panas Sengketa Lahan Tanah Abang: Adu Klaim Menteri Maruarar Sirait vs Hercules