News / Internasional
Kamis, 16 April 2026 | 11:27 WIB
Ilustrasi Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump [Suara.com/hd]
Baca 10 detik
  • Blokade laut AS di Selat Hormuz merupakan strategi berisiko tinggi yang menguji daya tahan ekonomi Iran terhadap kebijakan maksimalis Donald Trump.
  • Teheran memperingatkan bahwa blokade tersebut akan memicu lonjakan harga bensin di Amerika Serikat dan melumpuhkan pasokan energi bagi negara-negara Asia.
  • Kehadiran kapal perang USS Tripoli di perairan Timur Tengah dianggap oleh Garda Revolusi Iran sebagai pelanggaran gencatan senjata yang siap direspons secara militer.

Suara.com - Ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran di Selat Hormuz kini memasuki fase berbahaya yang tak ubahnya menyerupai 'game of chicken', di mana kedua belah pihak saling adu nyali untuk memaksa lawan menyerah lebih dulu.

Rencana Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan blokade laut penuh terhadap pelabuhan Iran dikhawatirkan akan memicu krisis energi global yang melumpuhkan pasokan minyak ke negara-negara Asia.

Meskipun Washington mengerahkan armada USS Tripoli dan ribuan marinir, Teheran menegaskan bahwa setiap upaya penutupan paksa jalur internasional tersebut akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata yang memicu serangan balasan keras.

Adu Nyali di Jalur Minyak Dunia

Selat Hormuz (FOX)

Mantan asisten menteri luar negeri AS untuk urusan publik, PJ Crowley, menyebut blokade pelabuhan ini sebagai pertaruhan siapa yang akan 'berkedip' lebih dulu.

Ia menilai bahwa tidak ada keraguan bahwa tekanan ekonomi ini akan mencapai titik puncaknya bagi salah satu pihak.

Persoalan utamanya adalah seberapa jauh Iran mampu bertahan dan seberapa besar ambang batas kesabaran Donald Trump menghadapi dampak politik dari krisis ini.

"Iran telah menunjukkan kemampuan untuk menahan penderitaan dalam jangka waktu yang cukup lama," ujar Crowley kepada Al Jazeera.

Crowley menambahkan bahwa jika Trump tetap menggunakan pendekatan maksimalis seperti pada masa jabatan pertamanya, maka negosiasi ini akan menjadi langkah yang sangat sulit.

Baca Juga: Mengapa Donald Trump Unggah Foto Dirinya Mirip Yesus?

Ultimatum Trump dan Siaga USS Tripoli

Keputusan blokade laut ini muncul beberapa jam setelah kegagalan perundingan perdamaian di Islamabad pada Minggu lalu.

Trump melalui media sosialnya mengumumkan bahwa Angkatan Laut AS segera memblokade semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz.

Washington juga berencana mencegat setiap kapal di perairan internasional yang kedapatan membayar biaya masuk atau bea cukai kepada otoritas Iran.

Militer Amerika Serikat sendiri telah menyiagakan USS Tripoli, sebuah kapal perang serbu amfibi yang mengangkut 3.500 pelaut dan marinir.

Armada ini juga dilengkapi dengan jet tempur siluman dan pesawat angkut canggih yang siap merespons setiap konfrontasi di Teluk Oman.

Load More