- Asosiasi Mahasiswa Pemerhati Publik mendesak Mabes Polri menyelidiki pernyataan Saiful Mujani yang dinilai mengandung unsur dugaan makar.
- Ferdimansyah menyoroti narasi terkait desakan Presiden Prabowo turun jabatan sebelum tahun 2029 yang dianggap melanggar aturan konstitusi.
- Pelaporan ini dilakukan pada Kamis, 16 April 2026, karena pernyataan tersebut berpotensi melanggar hukum serta memicu sentimen publik.
Suara.com - Asosiasi Mahasiswa Pemerhati Publik mendesak Mabes Polri mengusut dugaan makar terkait pernyataan Saiful Mujani yang viral di media sosial. Desakan itu disampaikan Koordinator AMPP, Ferdimansyah, menyusul beredarnya potongan video yang memicu perdebatan di ruang publik.
“AMPP mendesak kepolisian, khususnya Mabes Polri, untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap pernyataan tersebut yang dianggap sarat unsur provokatif dan berpotensi melanggar hukum,” kata Ferdimansyah dalam pernyataannya, Kamis (16/4/2026).
Ia menilai narasi yang berkembang dalam pernyataan tersebut telah melewati batas kebebasan berekspresi. Menurutnya, ajakan atau pernyataan yang mengarah pada upaya menjatuhkan pemerintahan sebelum masa jabatan berakhir dapat berdampak pada stabilitas negara.
Dalam pernyataan itu, AMPP secara khusus menyoroti bagian yang menyebut Presiden Prabowo Subianto seharusnya turun sebelum 2029. Ferdimansyah menyebut, dalam perspektif hukum, pernyataan itu berpotensi masuk dalam kategori makar sebagaimana diatur dalam KUHP.
Selain itu, ada juga potensi pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), terutama jika pernyataan tersebut dinilai mengandung unsur hasutan atau memicu sentimen politik di ruang publik.
“Kebebasan berpendapat tetap harus berpijak pada aturan konstitusi agar tidak menimbulkan ancaman terhadap persatuan nasional,” ujarnya.
AMPP menekankan pentingnya penegakan hukum yang dilakukan secara adil dan transparan dalam merespons polemik tersebut. Menurut Ferdimansyah, kasus ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan batas antara kebebasan akademik dan tanggung jawab dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.
Berita Terkait
-
Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni
-
Ustaz Abdul Somad Unggah Foto Bareng Jusuf Kalla, Singgung Soal 'Makar'
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Diskusi HMPM: Kebebasan Sipil Disorot, Kasus Kekerasan dan Pernyataan Politik Picu Alarm Demokrasi
-
Sebut Saiful Mujani Elite Kaya Raya, Habiburokhman: Waspadai Propaganda Hitam Berkedok Kritik
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata
-
PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa
-
Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang
-
Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap
-
Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping
-
Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat
-
Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi
-
Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni