- Diskusi bertajuk Memastikan Kebebasan Sipil digelar di Balaipustaka, Jakarta, pada Senin (13/4) bersama sejumlah tokoh publik ternama.
- Para narasumber menyoroti pentingnya pengungkapan aktor intelektual di balik kasus kekerasan terhadap aktivis demi menjaga kepercayaan publik.
- Peserta diskusi menekankan perlunya menjaga keseimbangan antara kebebasan sipil, tanggung jawab publik, dan fungsi oposisi yang konstruktif.
Suara.com - Isu kebebasan sipil dan kualitas demokrasi kembali mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Memastikan Kebebasan Sipil di Indonesia” yang digelar Senin (13/4).
Forum ini menghadirkan jurnalis senior Asri Hadi, anggota DPRD DKI Jakarta Sophie Simanjuntak, serta Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Nusantara (HMPN), Astra Tandang.
Diskusi yang berlangsung di Balaipustaka, Jakarta Timur itu menyoroti dua peristiwa krusial, yakni kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS dan pernyataan kontroversial pengamat politik Saiful Mujani.
Kedua isu tersebut dinilai mencerminkan tantangan serius dalam menjaga ruang demokrasi di Indonesia.
Asri Hadi menekankan pentingnya pengusutan menyeluruh dalam kasus kekerasan terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Ia mengingatkan agar penegak hukum tidak berhenti pada pelaku lapangan semata.
“Yang harus diungkap bukan hanya pelaku, tetapi juga aktor intelektual di balik serangan tersebut,” tegas Asri.
Asri Hadi menilai pengungkapan menyeluruh penting untuk menjaga kepercayaan publik dan mencegah stigma terhadap institusi tertentu.
Sementara itu, Astra Tandang mengajak publik untuk tetap mengawal jalannya pemerintahan Prabowo-Gibran secara kritis namun konstruktif.
Baca Juga: Pengamat Sebut Demokrasi RI Tunjukkan Daya Tahan, Perbedaan Pendapat Dikelola Baik di Era Prabowo
Astra Tandang menilai pemerintahan saat ini masih dalam tahap awal menjalankan program di tengah tekanan geopolitik dan fiskal.
“Masyarakat tidak akan mudah terprovokasi untuk melakukan tindakan ekstrem. Kita harus tetap kembali pada prinsip demokrasi dan menghormati pilihan rakyat,” ujarnya.
Astra juga menanggapi pernyataan Saiful Mujani sebagai bagian dari kebebasan berpendapat.
Namun, ia melihat hal itu sekaligus mencerminkan kekecewaan terhadap minimnya peran oposisi dalam dinamika politik nasional.
“Ini bisa menjadi refleksi bahwa partai politik belum optimal menghadirkan oposisi yang kuat,” ungkapnya.
Di sisi lain, Sophie Simanjuntak menegaskan pentingnya menjaga dan memperluas ruang kebebasan sipil.
Berita Terkait
-
Pengamat Sebut Demokrasi RI Tunjukkan Daya Tahan, Perbedaan Pendapat Dikelola Baik di Era Prabowo
-
Demokrasi RI Ternyata Masih 'Sakti', Survei LSI Buktikan Publik Masih Menaruh Kepercayaan Penuh!
-
Andrie Yunus Berjuang Pulih: Jalani 5 Kali Operasi dan Cangkok Kulit Paha Akibat Teror Air Keras!
-
Menolak Takut! 30 Hari Tragedi Air Keras Andrie Yunus, Aktivis Tandai Lokasi Penyiraman Pakai Mural
-
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi