- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengajak masyarakat sipil bersatu demi mendukung stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
- Ketua Umum Relawan All Cipayung David Pajung menolak opini Saiful Mujani terkait pemakzulan Presiden karena tidak memiliki dasar konstitusi.
- Pemerintah memerlukan sinergi seluruh elemen bangsa untuk menghadapi tantangan krisis global dan menjaga daya beli masyarakat Indonesia sekarang.
Suara.com - Seruan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad agar seluruh elemen masyarakat sipil untuk menjalin persatuan nasional, mendapat tanggapan positif.
David Pajung, Ketua Umum Relawan All Cipayung Prabowo-Gibran, mengatakan seruan Dasco itu relevan untuk situasi saat ini, di mana banyak propaganda hitam berkedok kritik dilontarkan kepada pemerintah.
Dia mencontohkan, pernyataan yang dilontarkan pengamat politik Saiful Mujani tentang penggulingan Presiden Prabowo Subianto berpotensi memecah belah masyarakat yang kini justru sedang berjuang menghadapi krisis global.
"Benar kata Dasco, persatuan seluruh elemen bangsa jauh lebih krusial dibandingkan melontarkan opini yang memicu disharmoni sosial. Terlebih lagi, tantangan yang dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini sangat kompleks, terutama dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga energi dunia," kata David, dikutip hari Rabu (15/4/2026).
Kritik David Pajung ini muncul sebagai respons atas opini Saiful Mujani yang dianggap menyuarakan ajakan kepada masyarakat untuk menjatuhkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
David, yang juga merupakan alumni Lemhannas RI dan aktivis '98, menyayangkan sikap seorang akademisi yang justru memberikan opini yang ia sebut sebagai "opini jalanan" di ruang publik tanpa landasan hukum yang jelas.
David menegaskan, tuduhan atau narasi pemakzulan tersebut tidak memiliki dasar konstitusi yang kuat dan jauh dari kaidah akademis yang objektif.
Ia menilai, tidak ada parameter pelanggaran konstitusi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo yang dapat dijadikan dasar hukum untuk melakukan pemakzulan.
“Pernyataan Saiful Mujani menggambarkan dia tidak paham konstitusi. Sebagai akademisi, seharusnya memberikan pendidikan politik yang benar, bukan justru merepresentasikan opini partisan yang memicu polemik,” tegas David.
Baca Juga: Diskusi HMPM: Kebebasan Sipil Disorot, Kasus Kekerasan dan Pernyataan Politik Picu Alarm Demokrasi
Beri pemerintah kesempatan
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, secara terbuka melayangkan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat sipil untuk kembali merapatkan barisan dalam bingkai persatuan nasional.
Dasco menekankan, tantangan bangsa ke depan memerlukan aksi nyata, bukan sekadar perdebatan tanpa arah.
Ia menyoroti bagaimana energi masyarakat seringkali terkuras untuk hal-hal yang bersifat retoris namun minim substansi.
"Kita perlu persatuan nasional dan sumbangsih yang bukan omon-omon. Itu yang kita minta kepada kawan-kawan masyarakat sipil sekalian," kata Dasco.
Istilah "omon-omon" yang sempat populer kembali digunakan Dasco untuk mengingatkan bahwa kritik yang sehat harus dibarengi dengan solusi atau kontribusi positif.
Tag
Berita Terkait
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Diskusi HMPM: Kebebasan Sipil Disorot, Kasus Kekerasan dan Pernyataan Politik Picu Alarm Demokrasi
-
Sebut Saiful Mujani Elite Kaya Raya, Habiburokhman: Waspadai Propaganda Hitam Berkedok Kritik
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030
-
Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah
-
Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan
-
Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!
-
Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi
-
Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti
-
Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah
-
Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan
-
Menteri PPPA: Hentikan Normalisasi Candaan Merendahkan Martabat Perempuan
-
Revisi UU Pemilu Masuk Tahap Awal, Anggota Komisi II DPR Beberkan 10 Isu yang Akan Dikaji