News / Internasional
Kamis, 16 April 2026 | 19:15 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menuai kontroversi setelah membagikan gambar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya dipeluk Yesus Kristus di depan bendera AS. [Truth Social]
Baca 10 detik
  • Donald Trump mengunggah gambar AI dirinya dipeluk Yesus di Truth Social yang memicu kritik keras masyarakat.
  • Paus Leo XIV menyatakan pesan agama tidak boleh disalahgunakan oleh pihak mana pun untuk kepentingan politik.
  • Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengecam unggahan tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap simbol agama yang tidak dapat diterima.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menuai kontroversi setelah membagikan gambar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya dipeluk Yesus Kristus di depan bendera AS.

Unggahan tersebut memicu kritik luas, terutama dari kalangan religius yang menilai tindakan itu tidak pantas.

Kaum kiri radikal mungkin tidak menyukainya, tetapi menurut saya ini sangat bagus!!!” tulis Trump di akun Truth Social seperti dikutip dari Metro.uk

Gambar itu sendiri memperlihatkan sosok Yesus memeluk Trump dari belakang dalam suasana yang dramatis.

Kontroversi ini muncul tak lama setelah Trump sebelumnya juga disorot karena unggahan serupa.

Mengapa Donald Trump Unggah Foto Dirinya Mirip Yesus? (kolase)

Trump bahkan sempat membela diri dengan menyebut gambar sebelumnya bukanlah representasi dirinya sebagai figur religius.

“Itu bukan penggambaran seperti itu. Saya pikir itu saya sebagai dokter, membantu orang menjadi lebih baik,” kata Trump kepada awak media AS.

Namun, reaksi publik justru semakin keras. Sejumlah pengguna media sosial menyebut unggahan tersebut sebagai bentuk penistaan, bahkan ada yang menuduh Trump mencoba menggambarkan dirinya sebagai sosok Mesias.

Kritik juga datang dari pemimpin umat Katolik dunia, Paus Leo XIV yang sebelumnya berselisih dengan Trump.

Baca Juga: Amerika Serikat Siapkan 10.000 Tentara Tambahan Antisipasi Perang Lanjutan Melawan Iran

Paus Leo XIV menegaskan pesan agama tidak seharusnya disalahgunakan untuk kepentingan politik.

“Saya tidak ingin berdebat dengannya. Tetapi pesan Injil tidak dimaksudkan untuk disalahgunakan seperti yang dilakukan beberapa orang,” ujar Paus Leo.

Ketegangan semakin memanas setelah Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, ikut mengecam unggahan tersebut.

Masoud Pezeshkian menyebut tindakan itu sebagai bentuk penghinaan terhadap simbol agama dan tidak dapat diterima oleh masyarakat luas.

Load More