-
Gencatan senjata Lebanon-Israel dilanggar oleh serangan artileri Israel di kota perbatasan selatan.
-
Warga pengungsi mulai nekat kembali ke rumah meski situasi keamanan belum sepenuhnya stabil.
-
Pihak berwenang memperingatkan adanya ancaman bom yang belum meledak di wilayah bekas perang.
Suara.com - Kesepakatan penghentian permusuhan selama sepuluh hari antara Lebanon dan Israel menghadapi ancaman serius sejak jam pertama pemberlakuan.
Militer Israel dilaporkan tetap melancarkan serangan artileri ke wilayah Lebanon selatan meski kesepakatan damai telah dinyatakan resmi berjalan.
Dilaporkan MME, aksi militer tersebut mencoreng harapan publik akan terciptanya stabilitas keamanan di wilayah-wilayah konflik yang telah hancur akibat perang.
Pelanggaran ini memicu kekhawatiran baru mengenai komitmen kedua belah pihak dalam mematuhi poin-poin kesepakatan internasional tersebut.
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda penarikan mundur kekuatan militer secara penuh dari titik-titik krusial di perbatasan.
Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan bahwa artileri Israel masih aktif menggempur kota Khiam dan Dibbine.
Laporan tersebut mengonfirmasi bahwa serangan terjadi kurang dari enam puluh menit setelah waktu gencatan senjata dimulai.
"Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan bahwa artileri Israel terus menghantam wilayah selatan meskipun gencatan senjata baru berlaku kurang dari satu jam yang lalu," tulis MME.
Operasi penyisiran dengan senjata mesin turut mengiringi dentuman artileri yang meresahkan warga di kawasan perbatasan selatan tersebut.
Baca Juga: Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang
Situasi di lapangan menunjukkan bahwa zona tempur belum sepenuhnya steril dari aktivitas ofensif pasukan darat Israel.
Aktivitas Udara di Lembah Bekaa
Ketegangan tidak hanya terjadi di darat, namun juga terpantau di ruang udara wilayah Rashaya dan Jabal al-Sheikh.
Pesawat pengintai Israel dilaporkan melakukan manuver intensif di atas langit Lembah Bekaa barat setelah tengah malam.
Aktivitas pengintaian ini menambah daftar dugaan pelanggaran teknis terhadap poin-poin kesepakatan penghentian serangan udara.
Di sisi lain, pinggiran selatan Beirut juga menyaksikan pecahnya suara tembakan yang mewarnai langit malam di ibu kota.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Seberapa Besar Kontribusi Ajang MotoGP ke Perekonomian
-
Bursa Mineral Segera Meluncur, OJK Buka Lowongan Kerja
-
Kata-kata Justin Hubner Yakinkan Ole Romeny Mudik ke Liga Belanda Bersama Fortuna Sittard
-
Gary Neville Kritik Taktik dan Komentar Tuchel soal 'DNA Inggris' Usai Tersingkir dari Piala Dunia
-
MBG Berpotensi Lebih Menguntungkan Tengkulak daripada Petani
-
5 Film dan Serial Romantis Netflix Paling Banyak Ditonton Sepanjang 2026
-
Final Piala Dunia 2026 Terancam Kabut Asap, Duel Argentina vs Spanyol dalam Ancaman Kebakaran Hutan
-
Kerap Jadi Sorotan, Ini Tugas dan Fungsi Jampidsus Serta 7 Jaksa Agung Muda di Kejagung
-
Igor Tolic Mengikhlaskan Frans Putros Pergi dari Persib Bandung
-
Tren Curhat ke AI Meningkat, Pakar Ingatkan Jangan Bagikan Data Pribadi