-
Gencatan senjata Lebanon-Israel dilanggar oleh serangan artileri Israel di kota perbatasan selatan.
-
Warga pengungsi mulai nekat kembali ke rumah meski situasi keamanan belum sepenuhnya stabil.
-
Pihak berwenang memperingatkan adanya ancaman bom yang belum meledak di wilayah bekas perang.
Rekaman video menunjukkan jejak peluru merah yang membelah kegelapan di tengah suasana yang seharusnya sudah tenang.
Meskipun situasi belum sepenuhnya aman, gelombang warga yang mengungsi mulai terlihat bergerak kembali ke kediaman mereka.
Warga terlihat memadati jalur menuju selatan dengan mengibarkan bendera gerakan serta membawa potret mendiang Hassan Nasrallah.
Antrean kendaraan yang panjang menjadi pemandangan utama di beberapa titik akses menuju wilayah-wilayah yang sebelumnya menjadi zona perang.
Namun, kepulangan massal ini dinilai sangat berisiko mengingat kondisi keamanan yang masih sangat fluktuatif di lapangan.
Pemerintah Lebanon mencatat bahwa konflik ini sebelumnya telah memaksa lebih dari satu juta orang meninggalkan rumah mereka.
Peringatan Keamanan bagi Warga Sipil
Pihak berwenang dan kelompok Hizbullah mengeluarkan imbauan keras agar warga menunda kepulangan hingga situasi benar-benar terkendali.
Hizbullah meminta penduduk untuk tidak terburu-buru menuju wilayah selatan dan pinggiran Beirut "sampai situasinya benar-benar jelas".
Baca Juga: Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang
Komite Kesehatan Islam bahkan menyarankan masyarakat untuk "menunggu sampai pagi" sebelum memulai perjalanan panjang kembali ke rumah.
Militer Lebanon juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman amunisi yang belum meledak di puing-puing bangunan.
Instruksi tentara harus dipatuhi sepenuhnya guna menghindari jatuh korban jiwa akibat benda-benda mencurigakan sisa pertempuran.
Gencatan senjata ini merupakan hasil negosiasi panjang untuk menghentikan pertumpahan darah yang melibatkan militer Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon.
Konflik meningkat tajam sejak pembunuhan Hassan Nasrallah pada tahun 2024 yang memicu eskalasi militer besar-besaran di sepanjang garis perbatasan.
Israel meluncurkan operasi darat ke wilayah Lebanon selatan yang menyebabkan kerusakan infrastruktur sipil secara masif dan krisis kemanusiaan hebat.
Kesepakatan sepuluh hari ini awalnya dipandang sebagai langkah awal menuju perdamaian permanen untuk mengakhiri penderitaan jutaan warga sipil.
Namun, pelanggaran yang terjadi di jam-jam pertama menunjukkan betapa rapuhnya diplomasi di tengah dendam dan ketidakpercayaan kedua pihak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Daftar Tim Super League Paling Banyak Rekrut Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
-
Pengacara Don Ritto: Emas 74 Kg di Rumah Febrie Adriansyah Milik Pengusaha Bidang Dakwah
-
Tolak Laporan 'Amplop' Bupati Kuansing, KPK Segera Panggil Menhut Raja Juli
-
Rilis Forever July, Sunmi Bandingkan Sensasi Jatuh Cinta bak Hujan Deras
-
Bukan Destinasi Wisata! Pesona Mematikan Gunung Anak Krakatau yang Terlarang Bagi Wisatawan
-
Lowongan Kerja BRI Terbaru Juli 2026 untuk Lulusan D3 dan S1, Ini Link Daftarnya
-
4 Rekomendasi Pelembap Wajah yang Tidak Lengket, Kulit Kenyal dan Terhidrasi
-
Mitsubishi New Xforce Resmi Meluncur, Pakai Hybrid Generasi Terbaru
-
Madura United Datangkan Bek Tengah Vava Mario Yagalo, Siap Perkuat Lini Belakang
-
Stasiun Pengisian Daya Kendaraan Listrik Cepat Bertambah di Jakarta, Isi Daya Hanya 15 Menit