- Pertamina Patra Niaga menginisiasi program MAMAKU SIGAP di Kelurahan Kutawaru untuk mengatasi timbulan sampah sebesar 240 ton per tahun.
- Masyarakat Kutawaru mengolah sampah menjadi nilai ekonomi melalui Bank Sampah Abhipraya dengan menerapkan prinsip ekonomi sirkular yang sistematis.
- Integrasi pengelolaan sampah, penanaman mangrove, dan PLTS menghasilkan pendapatan Rp366 juta per bulan bagi ekonomi warga setempat.
Suara.com - Terisolasi tanpa fasilitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Kelurahan Kutawaru di Kabupaten Cilacap sempat menghadapi ancaman serius: timbulan sampah yang mencapai 240 ton setiap tahunnya. Namun, kondisi geografis yang menantang tersebut kini justru menjadi titik balik kebangkitan ekonomi warga pesisir ini melalui inisiatif lingkungan yang terintegrasi.
Melalui pendekatan ekonomi sirkular, masyarakat Kutawaru mulai mengubah cara pandang mereka terhadap limbah. Dari yang semula dianggap beban, kini sampah dikelola secara sistematis melalui Bank Sampah Abhipraya untuk dikembalikan menjadi sumber daya bernilai ekonomi.
Memutus Rantai Limbah di Kawasan Pesisir
Kutawaru menghadapi tantangan ganda; ketiadaan akses pembuangan sampah yang memadai dan kondisi ekonomi lebih dari 4.600 warga yang masuk kategori berpendapatan rendah. Hal ini memicu Pertamina Patra Niaga untuk menginisiasi solusi terpadu melalui program MAMAKU SIGAP (Masyarakat Mandiri Kutawaru - Sistem Integrasi Pengelolaan Lingkungan Kawasan Pesisir).
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, mengungkapkan bahwa inovasi sosial di wilayah ini dirancang untuk menjawab keresahan lingkungan sekaligus kemiskinan. Strategi yang digunakan tidak hanya sekadar mendaur ulang, tetapi menerapkan prinsip ekonomi sirkular mulai dari Refuse, Rethink, Repurpose, hingga Recover.
“Dengan beroperasinya bank sampah, masalah lingkungan di Kutawaru teratasi. Sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sumber daya yang menghasilkan nilai tambah ekonomi bagi warga,” ujar Roberth.
Saat ini, setidaknya 7,6 ton sampah berhasil dikelola secara rutin setiap tahunnya oleh bank sampah tersebut.
Kemandirian Energi dan Wisata Bahari
Transformasi Kutawaru tidak berhenti pada pengelolaan sampah. Guna menjaga garis pantai dari ancaman abrasi, Pertamina Patra Niaga bersama warga gencar melakukan penanaman mangrove. Menariknya, aktivitas ekonomi di kawasan ini kini ditopang oleh energi bersih melalui instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6.600 Wattpeak.
Baca Juga: Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1
Salah satu bukti keberhasilan integrasi ini adalah lahirnya Kampoeng Kepiting. Sentra kuliner hidangan laut ini kini menjadi magnet wisata baru di Cilacap dengan menu unggulan kepiting cangkang lunak. Perputaran uang dari unit usaha yang dikelola warga ini mampu menyentuh angka puluhan juta rupiah per bulan.
Program yang dijalankan oleh Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap ini menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan bagi sebuah kelurahan, yakni mencapai Rp366 juta per bulan. Hebatnya, 5% dari pendapatan tersebut disalurkan kembali untuk kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Kami optimis ekosistem yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan ini bisa menjadi contoh nyata bagaimana inovasi sosial memberikan dampak besar bagi masyarakat, sekaligus menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Indonesia,” pungkas Roberth.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan