- Presiden Donald Trump melarang Israel melanjutkan serangan militer ke Lebanon pada Jumat, 17 April 2026 demi gencatan senjata.
- Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyetujui gencatan senjata sementara di Lebanon guna mendukung solusi diplomatik dan memperkuat keamanan perbatasan.
- Iran membuka akses Selat Hormuz bagi kapal komersial seiring berlakunya gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hizbullah tersebut.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas dengan melarang Israel melanjutkan serangan militer di Lebanon.
Pernyataan itu disampaikan Jumat (17/4/2026), tak lama setelah gencatan senjata mulai berlaku antara Israel dan Hizbullah.
“Cukup sudah. Amerika Serikat melarang Israel untuk terus membombardir Lebanon,” tulis Trump dalam pernyataannya di akun sosial media miliknya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merespons cepat pernyataan Trump.
Netanyahu menegaskan Israel tetap berkomitmen pada gencatan senjata sementara atas permintaan Washington.
“Atas permintaan Presiden Trump, kami menyetujui gencatan senjata sementara untuk memberi ruang pada solusi diplomatik dan militer bersama pemerintah Lebanon,” kata Netanyahu dilansir dari Channel 14.
Netanyahu juga mengklaim Israel telah menghilangkan ancaman besar dari Hizbullah.
Netanyahu menjelaskan dua ancaman utama yang berhasil ditekan, yakni potensi infiltrasi militan ke wilayah Israel dan serangan roket dalam jumlah besar.
“Kami telah menciptakan zona keamanan yang memperkuat perlindungan di perbatasan utara,” ujarnya.
Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka Total, Iran Jamin Jalur Minyak Dunia Aman Saat Gencatan Senjata
Meski demikian, ia mengakui pembubaran Hizbullah tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.
“Ini membutuhkan kesabaran, upaya berkelanjutan, dan strategi diplomasi yang matang,” tambahnya.
Di sisi lain, Trump juga membuka detail kesepakatan nuklir yang tengah dinegosiasikan dengan Iran.
Trump mengklaim Amerika Serikat akan mendapatkan seluruh cadangan uranium Iran tanpa kompensasi finansial.
“Amerika Serikat akan mendapatkan semua uranium itu secara gratis. Tidak ada uang yang akan berpindah tangan dalam bentuk apa pun,” tegas Trump.
Sementara itu, Iran memastikan Selat Hormuz kembali sepenuhnya terbuka bagi kapal-kapal komersial di tengah gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
Tag
Berita Terkait
-
Selat Hormuz Dibuka Total, Iran Jamin Jalur Minyak Dunia Aman Saat Gencatan Senjata
-
Sinyal Damai di Selat Hormuz: PBB Sambut Langkah Iran, Trump Masih 'Kunci' Pelabuhan
-
Selat Hormuz Resmi Dibuka Kembali, Ini Penjelasan ESDM soal Nasib 2 Kapal Pertamina
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Selat Hormuz Memanas, Indonesia Amankan Kedaulatan Pangan Lewat Kemandirian Produksi Pupuk
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Luka Kembali Membara: Kisah Nileh 4 Kali Hadapi Kebakaran Rumah di Kemayoran Gempol
-
Donald Trump Bentak Netanyahu: Kamu Gila?
-
Syarat Gencatan Senjata Permanen Iran, Israel Wajib Angkat Kaki dari Lebanon
-
Infrastruktur Uzur, Rano Karno Sebut Jalanan di Jakarta Masih Rawan Amblas
-
Rencana MBG di Arab Saudi, DPR: Jangan Ngide, Benahi Dulu yang Amburadul!
-
Klaim Investasi Seskab Teddy Dipreteli Guntur Romli: Menyesatkan Publik
-
Ironi Korupsi Haji: Bos Maktour Absen Diperiksa KPK Karena Sedang Ibadah di Arab Saudi
-
Tak Sesuai Fakta, Seskab Teddy Dinilai Overclaim Soal Nilai Investasi Buah Diplomasi Prabowo
-
Revisi UU Polri Disebut Tak Banyak Berubah, DPR Fokus pada 8-9 Pasal
-
Kompolnas Nilai Sanksi Saat Ini Belum Bikin Jera Polisi Terlibat Narkoba