- Ketegangan di Selat Hormuz mengancam pasokan pupuk dunia, namun Indonesia tetap aman berkat kemandirian produksi domestik yang stabil.
- Pupuk Indonesia menargetkan produksi urea sebesar 7,8 juta ton guna memenuhi kebutuhan domestik sebesar 6,3 juta ton.
- Perusahaan kini mengadopsi teknologi rendah karbon dan pemberdayaan petani untuk menjaga keberlanjutan serta kedaulatan pangan nasional jangka panjang.
Suara.com - Eskalasi ketegangan geopolitik di Selat Hormuz kini menjadi ancaman nyata bagi rantai pasok energi dan pangan dunia. Jalur logistik krusial tersebut selama ini menjadi urat nadi bagi sekitar 30 persen pasokan urea global. Namun, di tengah kekhawatiran dunia akan kelangkaan pupuk, Indonesia justru berada dalam posisi yang relatif aman dan stabil.
Kemandirian produksi pupuk domestik terbukti menjadi benteng tangguh yang menjaga kedaulatan pangan nasional dari guncangan eksternal. Kuncinya terletak pada pemanfaatan bahan baku gas alam dalam negeri yang melimpah, sehingga proses produksi tidak lagi tersandera oleh disrupsi jalur perdagangan internasional.
Dalam forum IDE Katadata Future Forum 2026 di Jakarta, Rabu (15/4), Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), Yehezkiel Adiperwira, menegaskan bahwa stok pupuk nasional saat ini berada dalam kondisi sangat sehat.
Saat ini, Indonesia mematok target produksi urea sebesar 7,8 juta ton, angka yang jauh melampaui kebutuhan petani domestik yang berada di kisaran 6,3 juta ton.
“Risiko gangguan di Selat Hormuz yang memengaruhi pasokan urea dunia tidak berdampak signifikan terhadap Indonesia. Kapasitas produksi kami kuat dan didukung pasokan gas dalam negeri. Prioritas utama kami adalah memastikan kebutuhan pupuk nasional terpenuhi terlebih dahulu,” ujar Yehezkiel.
Ketahanan pangan tidak hanya soal mencukupi kebutuhan hari ini, tetapi juga tentang bagaimana menjaga keberlanjutan produksi di masa depan. Menyadari hal tersebut, Pupuk Indonesia mulai menggeser fokus ke industri rendah karbon melalui pengembangan green ammonia dan blue ammonia.
Langkah ini strategis untuk mengurangi ketergantungan pada gas alam sebagai energi fosil. Dengan memanfaatkan teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS), emisi dari proses produksi dapat ditekan seminimal mungkin tanpa mengurangi volume output yang dibutuhkan petani.
Selain penguatan teknologi, perusahaan juga memperluas inisiatif ke lapangan melalui pemanfaatan lahan tidur dan pemberdayaan kelompok tani. Inisiatif berbasis alam (nature-based solutions) ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian yang lebih lincah dan mandiri.
Baca Juga: Dituding 'Menjilat' Prabowo Terkait Selat Hormuz, Gus Miftah: Ini Soal Keyakinan!
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
Negara Rugi Bandar Akibat Rokok Ilegal, Ekonom: Penegakan Hukum Tak Bisa Ditawar
-
Bulog Pastikan Harga Minyakita Stabil dan Stok Berlimpah
-
Pupuk Indonesia Dukung Kejurnas Angkat Besi Senior 2026 di Bandung, Dorong Pembinaan Berkelanjutan
-
Sopir Bajaj Tanah Abang Dipalak, DPRD DKI Dorong Sistem Parkir Cashless
-
Ustaz Solmed Laporkan Lebih dari 10 Akun Medsos atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
-
Satu Keluarga Tewas Akibat Kebakaran, Wali Kota Jakbar: Teralis Besi Menyulitkan Evakuasi
-
Bukan Sekadar Revisi, Pemerintah Sebut Perubahan UU HAM Lebih dari 50 Persen
-
Ketua Ombudsman Tersangka Korupsi, DPR Ngaku Tak Tahu Hery Susanto Berkasus Saat Uji Kelayakan
-
Tekan Konsumsi BBM, Pramono Anung Genjot Penggunaan Solar Panel di Jakarta
-
Geledah Rumah Bupati Tulungagung di Surabaya, KPK Temukan Uang Tunai Puluhan Juta