Bisnis / Energi
Sabtu, 18 April 2026 | 07:30 WIB
Ilustrasi nasib dua kapal di Selat Hormuz. (Suara.com/Aldie)
Baca 10 detik
  • Pemerintah Iran resmi membuka kembali Selat Hormuz bagi aktivitas pelayaran komersial internasional mulai Jumat, 17 April 2026.
  • Kementerian ESDM terus berkoordinasi agar dua kapal tanker milik Pertamina, yaitu Pride dan Gamsunoro, segera melintas.
  • Pembukaan jalur tersebut diharapkan memulihkan distribusi energi nasional serta memberikan stabilitas pasokan minyak mentah global secara bertahap.

Suara.com - Pemerintah Iran secara resmi telah membuka kembali Selat Hormuz untuk aktivitas pelayaran internasional. 

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menegaskan bahwa jalur tersebut kini berstatus terbuka sepenuhnya bagi seluruh kapal komersial.

Dengan dibukanya Selat Hormuz, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), memberikan penjelasan terkait nasib milik  dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS)  yang terjebak di kawasan perairan tersebut. 

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyebut pemerintah terus berupaya dan berkoordinasi agar kedua kapal dapat segera melintas.

"Seperti yang kita ketahui pemerintah terus melakukan upaya negosiasi agar kapal milik Indonesia bisa melintas. Dan sebelumnya sudah ada sinyal positif dari pemerintah Iran terkait hal ini," kata Anggia lewat keterangannya, Jumat (17/4/2026). 

Adapun kedua kapal tersebut adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. Diketahui kedua kapal tersebut terjebak saat sedang menjalankan tugas. 

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia. [Suara.com/Liberty Jemadu]

Kapal Gamsunoro melayani kargo milik konsumen pihak ketiga (third party). Sementara, VLCC Pertamina Pride sedang dalam misi mengangkut pasokan minyak mentah (light crude oil) untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Pemerintah, kata Anggia, berharap dengan langkah Iran tersebut, Selat Hormuz dapat dilalui seperti sedia kala. 

"Kita berharap proses pelayaran secara bertahap mulai kembali normal seiring dengan dibukanya jalur tersebut. Pemerintah dalam hal ini terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran distribusi energi ke dalam negeri tetap terjaga," jelas Anggia. 

Baca Juga: Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode

Menurutnya,  dibukanya kembali Selat Hormuz merupakan perkembangan yang sangat positif bagi stabilitas pasokan energi global, termasuk Indonesia.

"Ini memberikan kepastian terhadap jalur distribusi energi yang sebelumnya sempat terganggu akibat dinamika geopolitik," pungkas dia. 

Load More