- Presiden Donald Trump menyoroti kematian dan hilangnya sepuluh pekerja teknologi nuklir serta luar angkasa Amerika dalam tiga tahun terakhir.
- Insiden terjadi di fasilitas pemerintah seperti NASA dan Los Alamos, namun otoritas terkait belum menemukan bukti adanya konspirasi besar.
- Penyelidik menyimpulkan kematian dan hilangnya para ilmuwan tersebut bersifat terpisah serta tidak menunjukkan pola sabotase maupun keterlibatan aktor asing.
Suara.com - Gelombang spekulasi menyelimuti serangkaian kematian dan hilangnya sejumlah ilmuwan di laboratorium nuklir pemerintah Amerika Serikat.
Isu ini semakin panas setelah Presiden Donald Trump memberi sinyal adanya kemungkinan sesuatu yang tidak biasa di balik kasus tersebut.
“Saya baru saja keluar dari pertemuan soal itu, ini hal yang cukup serius. Semoga hanya kebetulan,” kata Trump kepada wartawan, Kamis waktu setempat seperti dilansir dari CBS News.
Trump menambahkan, beberapa dari individu yang terlibat adalah sosok penting dan kasusnya akan ditelusuri lebih lanjut.
Dalam tiga tahun terakhir, sedikitnya 11 ilmuwa yang terkait dengan teknologi nuklir dan luar angkasa dilaporkan meninggal atau hilang.
Para korban emiliki hubungan dengan fasilitas seperti Jet Propulsion Laboratory milik NASA dan Los Alamos National Laboratory.
Media sosial pun ramai dengan teori konspirasi, mulai dari dugaan sabotase hingga upaya melemahkan program nuklir dan antariksa AS.
Namun, para penyelidik dan pejabat yang terlibat dalam investigasi kasus ini menilai tidak ada indikasi keterkaitan antar kasus tersebut.
Sumber pemerintah menyebut FBI tidak melihat pola mencurigakan dalam insiden-insiden ini.
Baca Juga: Bukan karena Iran dan AS Damai, Ini Sebab Selat Hormuz Dibuka Kembali
Penanganan kasus ini lebih banyak dilakukan oleh Departemen Energi AS, yang membawahi sejumlah fasilitas terkait.
“FBI mengetahui situasi ini dan memberikan bantuan jika diminta, tetapi biasanya bukan pihak utama dalam kasus seperti ini,” ujar juru bicara FBI, Ben Williamson.
Badan Keamanan Nuklir Nasional (NNSA) juga mengonfirmasi tengah mencermati kekhawatiran publik. “Kami mengetahui laporan terkait pegawai di fasilitas kami dan sedang meninjau masalah ini,” kata perwakilan NNSA.
Sejumlah pejabat mengakui pola kasus ini memang “mengundang tanda tanya”. Namun, mereka menegaskan belum ada bukti yang mengarah pada operasi spionase atau konspirasi besar.
“Orang memang bisa meninggal karena berbagai hal—stroke, penyakit jantung, bunuh diri, atau kejahatan jalanan,” ujar mantan pejabat Departemen Energi.
Pejabat itu bilang bahwa tidak semua pekerja di fasilitas nuklir memiliki akses ke informasi rahasia.
Berita Terkait
-
Bukan karena Iran dan AS Damai, Ini Sebab Selat Hormuz Dibuka Kembali
-
Sosok Steven Garcia: Hilang Misterius, Disebut Punya Akses ke Fasilitas Nuklir Rahasia
-
11 Ilmuwan Nuklir AS, Termasuk Penemu Antigravitasi, Tewas dan Hilang Misterius
-
Kotak Pandora UFO dan Alien Bakal Dibuka Trump, Politikus AS: Publik Bakal Geleng-geleng
-
Gebrakan Baru Donald Trump: Pentagon Bakal Buka-bukaan Soal Alien dan UFO
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Heboh Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Istana Turun Tangan Lakukan Audit Internal
-
Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN
-
Dasco Bongkar Alasan Nanik Layak Gantikan Dadan Hindayana di BGN
-
Dadan Hindayana Dicopot, Istana Jamin MBG Tetap Berjalan Normal
-
Dasco Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN: Dia Teruji di Lapangan
-
Alasan Prabowo Copot Pimpinan BGN: dari SOP hingga Kualitas Makanan
-
Kepala BGN Diganti, Dasco: DPR Apresiasi Pemerintah Dengar Aspirasi Rakyat
-
Profil Wakil Kepala BGN Baru Agustina Arumsari
-
Pemerintah Copot Dadan Hindayana Sebagai Kepala BGN, Anggota Komisi IX DPR: Pergantian Yang Wajar
-
Bukan Cuma Dadan Hindayana, Prabowo Juga Copot Dua Wakil Kepala BGN