- Mantan Wali Kota Ito, Maki Takubo, didakwa jaksa Jepang atas dugaan pemalsuan ijazah Toyo University sejak Mei 2025.
- Takubo menggunakan stempel palsu pejabat kampus untuk memanipulasi data akademik guna kepentingan pendaftaran pemilihan wali kota Ito.
- Kasus ini menyebabkan parlemen mencopot jabatan Takubo setelah terbukti memberikan keterangan tidak benar dalam sidang komite investigasi.
Suara.com - Kasus dugaan ijazah palsu Presiden RI ke-7, Jokowi yang saat ini tengah jadi sorotan di Indonesia, juga terjadi di Jepang.
Mantan Wali Kota Ito, Maki Takubo, resmi didakwa jaksa atas dugaan pemalsuan ijazah dan manipulasi data akademik.
Dilansir dari Asahi, Senin (20/4), kantor Kejaksaan Distrik Shizuoka juga menjeratnya dengan pelanggaran Undang-Undang Otonomi Daerah.
Dalam dakwaan, Takubo dituduh mengaku sebagai lulusan Toyo University meski tidak pernah menyelesaikan studi.
Takubo bahkan diduga memesan stempel palsu atas nama pejabat kampus dan menggunakannya untuk membuat ijazah fiktif.
Jaksa menyebut pemalsuan dilakukan setelah Mei 2025, termasuk penggunaan dokumen palsu untuk meyakinkan pejabat kota saat proses pendaftaran sebagai wali kota Ito.
Takubo juga dituding memberikan keterangan tidak benar dalam sidang komite investigasi khusus pada Agustus tahun lalu.
“Saya belum menerima dakwaan tersebut, jadi belum bisa berkomentar,” ujar Takubo.
Takubo menambahkan akan mempelajari isi dakwaan sebelum menentukan langkah selanjutnya.
Baca Juga: Sebut Ijazah Jokowi Asli, Ketum Termul Firdaus Oiwobo ke JK: Jangan Mau Terprovokasi Roy Suryo
Kasus ini mencuat tak lama setelah ia terpilih sebagai wali kota pada Mei 2025.
Profil resmi yang beredar saat pencalonan menyebut dirinya lulusan universitas, yang kemudian dipertanyakan publik.
Kontroversi memuncak setelah parlemen kota mengeluarkan dua mosi tidak percaya yang berujung pada pencopotan jabatannya.
Takubo sempat mencoba kembali maju dalam pemilihan wali kota Desember lalu, namun kalah.
Sebelumnya pada Februari 2026, polisi menggeledah rumah Takubo.
Sumber penyidik menyebut dokumen tersebut tidak ditemukan saat penggeledahan berlangsung.
Berita Terkait
-
Sebut Ijazah Jokowi Asli, Ketum Termul Firdaus Oiwobo ke JK: Jangan Mau Terprovokasi Roy Suryo
-
Tanggapi JK, Ketum Termul Firdaus Oiwobo: Jokowi Jadi Presiden Itu Kehendak Allah, Bukan Jasa Orang!
-
Jasa Boyong Jokowi dari Solo Diungkit, PSI: Penentu Kemenangan Itu Rakyat, JK Pasti Paham Ini
-
Apa Itu Termul? Disindir Jusuf Kalla saat Ungkap Jokowi Jadi Presiden karena Bantuannya
-
Kala Jusuf Kalla Diserang Isu Menista Agama dan Ijazah Jokowi
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Nus Kei Dibunuh karena Dendam Lama, Dua Pelaku Terancam Hukuman Mati
-
Bareskrim Siap Miskinkan Mafia Haji dan Umrah, Aset Disita Pakai Pasal TPPU
-
Jangan Tergiur Promo Medsos, 20 Laporan Penipuan Haji dan Umrah Masuk Kemenhaj Tiap Hari
-
Eks Kadis LH DKI Jadi Tersangka Longsor Maut Bantargebang yang Tewaskan 7 Orang
-
Pigai Ungkap 15 Warga Tewas di Papua, Minta Pelaku Segera Diungkap
-
Proyek Giant Sea Wall Dimulai dari Pantura, Pemerintah Siapkan Pembangunan Bertahap
-
15 warga Sipil Tewas di Kembru Papua, Menteri HAM Pigai: Pelaku Sudah Diketahui, Jangan Sembunyi!
-
Prabowo Minta Ahli Kampus Ikut Garap Tanggul Laut Raksasa, Pantura Jadi Titik Awal
-
Menkes Sebut Isu Halal-Haram dan Dampak Pandemi Jadi Pemicu Tingginya Kasus Campak
-
Irvian Bobby Sultan Kemnaker Klaim Keluarganya Terima Intimidasi dari Istri Noel