- Tentara zionis dan pemukim ilegal Israel menyerang sebuah sekolah di Tepi Barat yang menewaskan dua warga sipil Palestina, termasuk seorang anak berusia 14 tahun.
- Kekejaman Israel berlanjut di Gaza utara setelah tembakan dari kapal perang angkatan laut zionis merenggut nyawa seorang wanita Palestina di Beit Lahiya.
- Lebih dari 750 warga Palestina telah dibunuh sejak berlakunya gencatan senjata yang ditengahi AS, membuktikan gagalnya kesepakatan damai akibat agresi Israel.
Suara.com - Mesin pembunuh Tentara Zionis Israel terus menunjukkan kebiadabannya dengan melancarkan serangan mematikan yang merenggut nyawa warga sipil tak berdosa di seluruh wilayah pendudukan Palestina.
Serangan terkoordinasi antara kelompok pemukim ilegal Yahudi dan militer penjajah kini secara terang-terangan menargetkan fasilitas pendidikan anak di Tepi Barat dan area pesisir Jalur Gaza.
Pembantaian mengerikan ini kembali membuktikan bahwa kesepakatan gencatan senjata hanyalah ilusi semata ketika peluru angkatan laut merenggut nyawa seorang wanita Palestina dan serangan darat membantai pelajar di bawah umur.
Teror Berdarah di Lingkungan Sekolah
Tragedi berdarah kembali menyelimuti desa al-Mughayyir yang terletak sekitar 25 kilometer di utara Ramallah pada Selasa waktu setempat.
Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa dua warga sipil tewas terbunuh dan empat lainnya menderita luka tembak akibat kebrutalan pemukim ilegal Israel.
Kementerian Kesehatan Palestina mengonfirmasi bahwa kedua korban sipil yang tewas dalam insiden penyerangan di Tepi Barat tersebut masing-masing masih berusia 14 dan 32 tahun.
Kepala dewan lokal, Amin Abu Ulaya, membeberkan fakta bahwa para pemukim ekstremis bersama tentara Zionis dengan sengaja menyerbu masuk ke area desa.
Mereka secara sadis melepaskan tembakan peluru tajam ke arah sebuah sekolah yang dipenuhi oleh para siswa dan warga yang panik berhamburan ke lokasi kejadian.
Baca Juga: Hizbullah vs Israel Masih Memanas, Emmanuel Macron Tegaskan Dukungan untuk Lebanon
Skenario Kotor Pengusiran Warga Pribumi
Menanggapi pembantaian ini, pihak militer Israel berdalih bahwa pengerahan pasukan dilakukan setelah adanya laporan pelemparan batu terhadap kendaraan yang membawa warga sipil dan tentara cadangan mereka.
Militer penjajah tersebut mengeklaim bahwa tentaranya hanya berusaha membubarkan konfrontasi kekerasan dan menembak ke arah pihak yang mereka sebut sebagai tersangka.
Namun, Abu Ulaya menegaskan bahwa tindakan brutal tembakan mematikan tersebut secara langsung mengakibatkan terbunuhnya seorang pelajar dan satu warga tak bersenjata lainnya di tempat.
Kepanikan luar biasa melanda seluruh penjuru desa ketika para orang tua berlarian menerobos hujan peluru demi mencari anak-anak mereka yang terjebak di dalam sekolah.
Seorang penduduk al-Mughayyir berusia 57 tahun, Kathem Al-Haj-Ahmed, bersaksi bahwa gerombolan pemukim ilegal bersenjata tiba lebih dulu untuk menghancurkan sekolah desa tersebut.
Berita Terkait
-
Perang AS vs Iran Bikin Harga Kondom Melejit: Permintaan Naik, Stok Menipis
-
2 Tentara Israel Dipenjara Usai Hancurkan Patung Yesus
-
Tumpahan Minyak Raksasa di Teluk Persia, Perang AS vs Iran Picu Bencana Ekologis
-
Tentara Israel yang Hancurkan Patung Yesus di Lebanon Dijatuhi Hukuman Ringan
-
Hizbullah vs Israel Masih Memanas, Emmanuel Macron Tegaskan Dukungan untuk Lebanon
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Tak Hanya Pemerintah, Industri RS Butuh Pendanaan Perbankan
-
4 Gaya OOTD High-Street Experimental ala Hongjoong ATEEZ, Biar Nyentrik!
-
5 Lip Cream Warna Coklat Oranye yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang, Harga Rp20 Ribuan
-
Tak Punya SPPG, Sudaryono Minta Publik Laporkan Oknum Ngaku Kerabat Kepala BGN
-
5 Merek Parfum Lokal Paling Populer di Indonesia 2026, Laris Manis Dibeli Lewat Shopee
-
Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Rupat Utara Dilaporkan ke Komnas HAM dan LPSK
-
Investor Banyak Jual Saham, IHSG Akhirnya Terkoreksi Setelah 10 Hari Menguat
-
11 Malam Perang AS-Iran Bikin Harga Minyak Dunia Terus Melonjak
-
BI Batal Naikan Suku Bunga Acuan, Rupiah Melemah Lagi
-
MRT Jakarta Fase 2A Tembus 61,8%, Uji Coba HI-Monas Dibidik 2027