- Tentara zionis dan pemukim ilegal Israel menyerang sebuah sekolah di Tepi Barat yang menewaskan dua warga sipil Palestina, termasuk seorang anak berusia 14 tahun.
- Kekejaman Israel berlanjut di Gaza utara setelah tembakan dari kapal perang angkatan laut zionis merenggut nyawa seorang wanita Palestina di Beit Lahiya.
- Lebih dari 750 warga Palestina telah dibunuh sejak berlakunya gencatan senjata yang ditengahi AS, membuktikan gagalnya kesepakatan damai akibat agresi Israel.
Nyawa Melayang Dihantam Kapal Perang
Al-Haj-Ahmed dengan berani membongkar bahwa tentara dan pemukim Yahudi sebenarnya sedang bertukar peran dalam sebuah skenario sistematis untuk mengusir paksa warga pribumi dari tanah kelahiran mereka.
Sementara itu, kebiadaban serupa juga terus menghantui penduduk sipil yang terjebak di wilayah pesisir Jalur Gaza yang telah hancur lebur.
Petugas medis setempat melaporkan bahwa seorang wanita Palestina tewas mengenaskan setelah dihantam peluru dari kapal perang angkatan laut Israel di wilayah Beit Lahiya, utara Gaza.
Selain itu, serangan udara mematikan dari jet tempur Israel juga secara brutal membunuh seorang pria di sisi timur Khan Younis yang terletak di Gaza selatan.
Tiga warga sipil Palestina lainnya turut menjadi korban tewas akibat operasi pengeboman buta di wilayah Khan Younis yang berlangsung sepanjang malam.
Ilusi Gencatan Senjata Bentukan Amerika Serikat
Isak tangis keluarga pecah di rumah sakit Kota Gaza dan Khan Younis saat mereka harus mengucapkan selamat tinggal kepada jenazah kerabat yang telah dibalut kain kafan putih.
Latar Belakang Isu: Rentetan pembunuhan ini menjadi bukti nyata gagalnya kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi oleh Amerika Serikat pada bulan Oktober lalu setelah dua tahun peperangan penuh.
Baca Juga: Hizbullah vs Israel Masih Memanas, Emmanuel Macron Tegaskan Dukungan untuk Lebanon
Proses perdamaian tersebut mangkrak karena Israel bersikeras menolak menarik pasukannya dan justru mempertahankan kendali militer penjajahan atas lebih dari separuh wilayah Jalur Gaza.
Petugas medis lokal mencatat rekor memilukan di mana lebih dari 750 warga Palestina telah dibantai habis-habisan sejak kesepakatan damai semu itu mulai diberlakukan.
Di wilayah Tepi Barat, ekspansi pemukiman ilegal yang dikecam PBB justru terus melonjak tajam di bawah pemerintahan Israel saat ini, membawa 700.000 pemukim Yahudi untuk merampas tanah 2,7 juta warga Palestina.
Berita Terkait
-
Perang AS vs Iran Bikin Harga Kondom Melejit: Permintaan Naik, Stok Menipis
-
2 Tentara Israel Dipenjara Usai Hancurkan Patung Yesus
-
Tumpahan Minyak Raksasa di Teluk Persia, Perang AS vs Iran Picu Bencana Ekologis
-
Tentara Israel yang Hancurkan Patung Yesus di Lebanon Dijatuhi Hukuman Ringan
-
Hizbullah vs Israel Masih Memanas, Emmanuel Macron Tegaskan Dukungan untuk Lebanon
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim
-
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta
-
Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
-
Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran
-
Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah
-
Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026
-
ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.
-
4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay
-
Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat
-
Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan