-
Tentara Israel melarang 55 siswa Palestina bersekolah dengan memblokade jalan di Umm al-Khair.
-
Pelajar melakukan demonstrasi menuntut hak pendidikan namun dibubarkan oleh pasukan bersenjata dan anjing.
-
Kekerasan pemukim di Tepi Barat meningkat tajam sejak pecahnya perang di wilayah Gaza.
Suara.com - Tentara Israel secara paksa menutup akses pendidikan bagi puluhan anak-anak di Umm al-Khair melalui blokade jalan utama.
Aksi pembubaran paksa dilakukan terhadap para siswa yang menuntut hak dasar mereka untuk belajar di sekolah.
Dikutip dari MME, kebijakan diskriminatif ini menunjukkan pola baru penghancuran masa depan generasi muda Palestina melalui isolasi geografis yang sistematis.
Blokade fisik berupa kawat berduri telah memutus nadi perjalanan harian siswa menuju ruang kelas mereka.
Tekanan psikologis terhadap anak-anak meningkat seiring hadirnya anjing pelacak dan senjata api di jalur pendidikan.
Kekerasan ini menjadi puncak dari larangan melintas yang telah berlangsung selama lebih dari satu pekan.
Khalil Hathaleen selaku pejabat pendidikan setempat menyatakan sedikitnya 55 siswa terpaksa absen karena jalanan ditutup.
Pasukan bersenjata lengkap dikerahkan hanya untuk menghadapi kerumunan anak sekolah yang membawa pesan perdamaian.
Penutupan jalan krusial antara Khirbet Umm al-Khair dan desa tetangganya menjadi pemicu utama ledakan kemarahan warga.
Baca Juga: Perdamaian AS - Iran Makin Runyam, Blokade Laut Donald Trump Sampai Samudra Hindia
“Pesan kami jelas, yaitu bahwa hari ini, mereka mencoba merampas hak kami atas pendidikan,” kata Hathaleen.
Dampak Pagar Kawat Berduri Pemukim
Seorang pemimpin pemukim ilegal bernama Nivo memasang pagar kawat sepanjang 50 meter di tengah jalan umum.
Tindakan sepihak ini menutup akses jalan sempit yang menjadi satu-satunya jalur aman bagi penduduk sipil.
Masyarakat internasional melihat ini sebagai bentuk nyata dari intimidasi yang dilindungi oleh otoritas keamanan resmi.
Hathaleen menegaskan bahwa tuntutan warga hanyalah keamanan bagi anak-anak saat berangkat menuntut ilmu di sekolah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL