-
AS menahan tanker Tifani di Samudra Hindia sebagai perluasan blokade maritim global terhadap Iran.
-
Operasi melibatkan kapal USS Miguel Keith di wilayah Indo-Pasifik yang jauh dari Teluk Persia.
-
Tindakan penyitaan ini menyebabkan Iran membatalkan kehadiran dalam perundingan damai di Pakistan.
Suara.com - Aksi militer Amerika Serikat menahan tanker minyak Tifani di perairan Samudra Hindia menandai babak baru perluasan blokade maritim global terhadap jaringan Iran.
Operasi ini membuktikan gertakan Washington untuk memburu setiap kapal yang terafiliasi dengan Tehran tanpa batasan geografi.
Analisa CNN, langkah agresif di wilayah ribuan mil dari Teluk Persia ini diprediksi akan mempersulit upaya diplomasi dalam meja perundingan damai.
Data pelacak maritim menunjukkan M/T Tifani dengan nomor IMO 9273337 dicegat di koridor laut antara Sri Lanka dan Indonesia.
Lokasi pengadangan ini berada jauh di bawah tanggung jawab Komando Indo-Pasifik AS (INDOPACOM) yang menandakan pergeseran zona konflik.
Kapal pengangkut minyak berkapasitas 2 juta barel tersebut diketahui sempat memuat kargo dari terminal Pulau Kharg, Iran, pada awal April.
Sebelum disergap, M/T Tifani menunjukkan gerak-gerik mencurigakan dengan melakukan manuver tajam 90 derajat setelah melintasi Sri Lanka.
Departemen Pertahanan AS mengerahkan USS Miguel Keith, kapal pangkalan ekspedisi raksasa seukuran kapal induk, untuk menjalankan misi ini.
Keterlibatan kapal canggih tersebut memberikan sinyal kuat mengenai besarnya sumber daya Amerika dalam menegakkan sanksi ekonomi secara internasional.
Baca Juga: Militer Iran Siaga Tempur 100 Persen Tantang Serangan AS Meski Status Gencatan Senjata Diperpanjang
Pihak Pentagon menegaskan bahwa tidak ada ruang aman bagi kapal-kapal yang masuk dalam daftar hitam sanksi di perairan internasional.
Penegakan Sanksi Maritim Global
“Sebagaimana telah kami jelaskan, kami akan melakukan upaya penegakan maritim global untuk mengganggu jaringan gelap dan mencegat kapal-kapal yang terkena sanksi yang memberikan dukungan material kepada Iran — di mana pun mereka beroperasi,” ungkap unggahan Departemen Pertahanan AS.
“Perairan internasional bukanlah tempat perlindungan bagi kapal-kapal yang terkena sanksi,” tambah pernyataan resmi tersebut.
Para pengamat menilai bahwa melakukan operasi di laut lepas jauh lebih aman bagi militer AS untuk menghindari gangguan kapal netral.
Taktik ini serupa dengan metode yang digunakan Washington saat melumpuhkan jaringan tanker Venezuela sebelum penangkapan Presiden Nicolás Maduro.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim
-
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta
-
Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
-
Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran
-
Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah
-
Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026
-
ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.
-
4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay
-
Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat
-
Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan