News / Internasional
Rabu, 22 April 2026 | 18:06 WIB
Tentara Israel secara paksa menutup akses pendidikan bagi puluhan anak-anak di Umm al-Khair melalui blokade jalan utama. (MME)
Baca 10 detik
  • Tentara Israel melarang 55 siswa Palestina bersekolah dengan memblokade jalan di Umm al-Khair.

  • Pelajar melakukan demonstrasi menuntut hak pendidikan namun dibubarkan oleh pasukan bersenjata dan anjing.

  • Kekerasan pemukim di Tepi Barat meningkat tajam sejak pecahnya perang di wilayah Gaza.

“Tujuan kami jelas dalam tuntutan kami terhadap hak atas pendidikan melalui rute yang aman bagi anak-anak kami, pendidikan yang aman dan diakhirinya pembongkaran di Khirbet Umm al-Khair,” tegasnya.

Situasi keamanan di Hebron selatan semakin memburuk sejak konflik di jalur Gaza kembali memanas.

Aksi vandalisme dan pembakaran infrastruktur warga oleh pemukim radikal kini terjadi hampir setiap hari.

Data PBB menunjukkan lonjakan drastis jumlah warga yang kehilangan tempat tinggal akibat serangan bersenjata.

Penggunaan peluru tajam terhadap warga sipil menciptakan atmosfer ketakutan yang memaksa banyak keluarga mengungsi.

Laporan terbaru mencatat peningkatan insiden kekerasan fisik sebesar 25 persen dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.

Krisis di Umm al-Khair merupakan bagian dari pola kekerasan di Tepi Barat yang menewaskan lebih dari 1.150 warga Palestina sejak Oktober 2023.

Blokade pendidikan ini terjadi di tengah catatan PBB mengenai 36.000 warga yang terusir dari tanah mereka dalam setahun terakhir.

Pemukiman ilegal Carmel terus memperluas pengaruhnya dengan menutup akses publik demi kepentingan keamanan sepihak pemukim.

Baca Juga: Perdamaian AS - Iran Makin Runyam, Blokade Laut Donald Trump Sampai Samudra Hindia

Load More