-
Iran menyita kapal MSC Francesca dan Epaminodes karena dugaan pelanggaran navigasi maritim.
-
Serangan drone Iran di Erbil melukai tiga pejuang dari kelompok pemberontak Kurdi.
-
Pihak oposisi Kurdi meminta perlindungan Amerika Serikat untuk menjaga keamanan wilayah Kurdistan.
Suara.com - Ketegangan di perairan dan wilayah daratan Timur Tengah memuncak setelah militer Iran melakukan tindakan tegas terhadap kapal komersial dan kelompok oposisi.
Langkah ini mencakup penyitaan dua kapal besar yang dianggap melanggar aturan navigasi internasional di wilayah perairan mereka.
Dikutip dari MME, bersamaan dengan itu, serangan udara menyasar titik-titik strategis milik kelompok pemberontak Kurdi di wilayah Irak utara.
Tindakan ganda ini menunjukkan sikap agresif Teheran dalam menjaga otoritas maritim sekaligus menekan ancaman keamanan dari luar perbatasan.
Operasi ini dilakukan di tengah periode gencatan senjata yang seharusnya meredakan suhu konflik di kawasan tersebut.
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melaporkan telah membawa dua kapal ke pesisir Iran karena pelanggaran hukum laut.
Pihak berwenang mengidentifikasi kedua armada tersebut sebagai MSC Francesca dan Epaminodes yang diduga mematikan sistem pelacakan.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebutkan kapal-kapal itu ditahan karena "beroperasi tanpa otorisasi yang diperlukan dan memanipulasi sistem navigasi".
Tindakan manipulasi sistem tersebut dianggap sangat berisiko karena dapat "membahayakan keselamatan maritim" di jalur pelayaran yang padat.
Baca Juga: Dibalik Megahnya USS Gerald R. Ford: Toilet Tersumbat, Serangan AS ke Iran pun Terhambat, Kualat?
Kini kedua kapal asing tersebut berada di bawah pengawasan ketat pihak keamanan Iran untuk proses investigasi lebih lanjut.
Serangan Pesawat Nirawak di Kurdistan
Selain operasi di laut, Teheran juga meluncurkan serangan pesawat nirawak ke wilayah otonom Kurdistan di Irak.
Serangan drone ini menyasar kamp-kamp milik kelompok pemberontak Kurdi Iran yang berbasis di luar negeri.
Kelompok oposisi melaporkan bahwa tiga pejuang mereka terluka akibat ledakan yang terjadi di markas tersebut.
Pihak Kurdistan Freedom Party (PAK) mengonfirmasi bahwa pangkalan mereka menjadi target utama dalam operasi udara malam itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Italia Desak Gencatan Senjata dan Pembukaan Selat Hormuz
-
Ungkap Alasan Polisikan Saiful Mujani, Relawan Prabowo: Narasi Makar Ganggu Kerja Presiden!
-
4 Bulan Tanpa Kejelasan, Korban Akademi Kripto Desak Polda Metro Segera Periksa Timothy Ronald
-
Tentara Israel Blokade Jalan Sekolah di Umm al-Khair Menghambat Hak Pendidikan Siswa Palestina
-
KPK Duga Sudewo Terima Fee Proyek DJKA Lewat Orang Kepercayaannya
-
Menlu Sugiono Tegas Tolak 'Pajak' di Selat Hormuz: Langgar Kebebasan Navigasi
-
Sasar Wilayah Tanpa Negeri, 103 Sekolah Swasta di Jakarta Resmi Gratis Mulai Juli Ini!
-
Konvoi Mobil Menteri Israel Tabrak Mati Bocah Palestina yang Lagi Naik Sepeda ke Sekolah
-
Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Penjualan Phishing Tool, Pelaku Sejoli Asal NTT
-
Tembus Miliaran, Segini Banyaknya Donasi Warga Indonesia yang Sampai ke Iran