-
Iran menyita kapal MSC Francesca dan Epaminodes karena dugaan pelanggaran navigasi maritim.
-
Serangan drone Iran di Erbil melukai tiga pejuang dari kelompok pemberontak Kurdi.
-
Pihak oposisi Kurdi meminta perlindungan Amerika Serikat untuk menjaga keamanan wilayah Kurdistan.
"Teheran meluncurkan serangan dengan empat drone ke pangkalan-pangkalan," ungkap pernyataan resmi kelompok pengasingan tersebut.
Juru bicara kelompok PAK, Kalel Kani Sanani, memberikan rincian mengenai kondisi para personel yang menjadi korban.
Kepada AFP, Kalel Kani Sanani mengatakan bahwa para pejuang mengalami luka ringan, seraya menambahkan bahwa serangan itu terjadi di distrik Khabat, provinsi Erbil.
Meskipun luka yang diderita tidak fatal, serangan ini merusak fasilitas yang selama ini dihuni oleh para pejuang oposisi.
Kejadian ini menambah daftar panjang aksi militer Iran terhadap kelompok Kurdi sejak gencatan senjata dimulai pada awal April.
Iran secara konsisten menuding kelompok-kelompok bersenjata ini sebagai kepanjangan tangan dari kepentingan Barat dan Israel.
Perlindungan Internasional dan Koalisi Politik
Menanggapi tekanan militer tersebut, PAK mendesak adanya keterlibatan internasional untuk menjamin keamanan di wilayah tersebut.
PAK mengatakan bahwa merupakan kewajiban Presiden AS Donald Trump "untuk melindungi wilayah Kurdistan" selama gencatan senjata berlangsung.
Baca Juga: Dibalik Megahnya USS Gerald R. Ford: Toilet Tersumbat, Serangan AS ke Iran pun Terhambat, Kualat?
Sebelum eskalasi ini meluas, lima kelompok pengasingan termasuk PAK telah membentuk koalisi politik yang solid.
Tujuan utama koalisi tersebut adalah untuk menggulingkan republik Islam Iran dan memperjuangkan penentuan nasib sendiri bagi rakyat Kurdi.
Situasi ini semakin rumit karena Iran telah menetapkan organisasi-organisasi tersebut sebagai kelompok teroris yang berbahaya.
Ketegangan antara Iran dan kelompok Kurdi di Irak utara telah berlangsung selama puluhan tahun akibat perbedaan ideologi politik.
Wilayah otonomi Kurdistan di Irak sering menjadi lokasi pengungsian dan basis militer bagi pemberontak yang melarikan diri dari Iran.
Penyitaan kapal di Selat Hormuz juga merupakan instrumen geopolitik yang kerap digunakan Iran untuk menunjukkan kekuatan di hadapan sanksi internasional.
Dua insiden yang terjadi secara simultan ini mencerminkan strategi pertahanan Iran dalam menghadapi ancaman internal dan eksternal.
Kini stabilitas keamanan di wilayah Erbil dan jalur pelayaran internasional kembali berada dalam pengawasan ketat dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari
-
Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang
-
Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo
-
Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo
-
Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran
-
Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global
-
Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola
-
Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik
-
Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal
-
Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!