- Menlu Italia Antonio Tajani mendesak Iran membuka Selat Hormuz dan mewujudkan gencatan senjata berkelanjutan di wilayah Lebanon.
- Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran guna menyusun proposal terpadu bagi perdamaian jangka panjang.
- Konflik Israel-Lebanon sejak 2 Maret telah menewaskan 2.300 orang dan menyebabkan lebih dari satu juta warga mengungsi.
Suara.com - Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, kembali menyerukan pentingnya kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz secara aman, sekaligus mendorong tercapainya gencatan senjata berkelanjutan di Lebanon.
Dalam percakapan telepon dengan Menlu Iran, Abbas Araghchi, Tajani meminta Iran segera mengambil langkah konstruktif untuk meredakan krisis yang tengah berlangsung, termasuk memperbaiki hubungan dengan negara-negara di kawasan Teluk.
"Sangat penting untuk segera mencapai kesepakatan gencatan senjata yang menjamin pembukaan kembali Selat Hormuz dengan aman dan menegaskan program nuklir Iran sepenuhnya untuk kepentingan sipil," kata Tajani dalam unggahan di platform X.
Ia menegaskan bahwa Italia memprioritaskan tercapainya perdamaian jangka panjang di Lebanon dan mengajak semua pihak berkomitmen menjaga stabilitas kawasan.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran guna memberi waktu bagi penyusunan 'proposal terpadu', menyusul permintaan dari pejabat Pakistan.
Gencatan senjata yang diumumkan awal April dijadwalkan berakhir pada Rabu (22/4/2026), sementara kesepakatan penghentian konflik selama 10 hari antara Lebanon dan Israel telah mulai berlaku sejak Jumat (17/4/2026).
Namun, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan pihaknya tetap akan mempertahankan kendali atas wilayah yang diduduki di Lebanon selatan.
Sejak 2 Maret, serangan Israel di Lebanon dilaporkan menewaskan sekitar 2.300 orang, melukai lebih dari 7.500 lainnya, serta memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi berdasarkan data resmi.
(Antara)
Baca Juga: Menlu Sugiono Tegas Tolak 'Pajak' di Selat Hormuz: Langgar Kebebasan Navigasi
Berita Terkait
-
Menlu Sugiono Tegas Tolak 'Pajak' di Selat Hormuz: Langgar Kebebasan Navigasi
-
Tembus Miliaran, Segini Banyaknya Donasi Warga Indonesia yang Sampai ke Iran
-
Militer AS Frustrasi Lawan Iran, Donald Trump Malah Bahas Narkoba di Gedung Putih
-
Dibalik Megahnya USS Gerald R. Ford: Toilet Tersumbat, Serangan AS ke Iran pun Terhambat, Kualat?
-
Menteri Olahraga Iran Ungkap Satu Syarat Mutlak untuk Tampil di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Ungkap Alasan Polisikan Saiful Mujani, Relawan Prabowo: Narasi Makar Ganggu Kerja Presiden!
-
4 Bulan Tanpa Kejelasan, Korban Akademi Kripto Desak Polda Metro Segera Periksa Timothy Ronald
-
Tentara Israel Blokade Jalan Sekolah di Umm al-Khair Menghambat Hak Pendidikan Siswa Palestina
-
KPK Duga Sudewo Terima Fee Proyek DJKA Lewat Orang Kepercayaannya
-
Menlu Sugiono Tegas Tolak 'Pajak' di Selat Hormuz: Langgar Kebebasan Navigasi
-
Sasar Wilayah Tanpa Negeri, 103 Sekolah Swasta di Jakarta Resmi Gratis Mulai Juli Ini!
-
Konvoi Mobil Menteri Israel Tabrak Mati Bocah Palestina yang Lagi Naik Sepeda ke Sekolah
-
Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Penjualan Phishing Tool, Pelaku Sejoli Asal NTT
-
Tembus Miliaran, Segini Banyaknya Donasi Warga Indonesia yang Sampai ke Iran
-
2 Warga Palestina Ditembak Mati di Sekolah, 1 Korban Anak-anak