- Donald Trump secara mengejutkan tandatangani perintah eksekutif untuk percepat legalisasi medis narkoba psikedelik di saat AS sedang terlibat konflik berat dengan Iran.
- Sikap abai Trump terlihat jelas saat ia melontarkan candaan untuk meminta narkoba tersebut di Ruang Oval bersama Joe Rogan, yang menuai kritik publik.
- Fokus aneh Washington pada obat psikedelik ini berbanding terbalik dengan ketangguhan militer Republik Islam Iran yang terus menggagalkan agresi AS di Timur Tengah.
Suara.com - Di tengah situasi militer Amerika Serikat yang kian kewalahan menghadapi Republik Islam Iran, Presiden Donald Trump justru sibuk mengurus pelonggaran aturan narkoba jenis psikedelik.
Pemimpin Gedung Putih tersebut secara mengejutkan menandatangani perintah eksekutif untuk mempercepat pengembangan obat-obatan halusinogen di saat negerinya sedang terseret dalam krisis geopolitik.
Sikap kontroversial ini semakin terlihat jelas ketika Trump dengan santai melontarkan lelucon untuk meminta sedikit narkoba tersebut di Ruang Oval, seolah mengabaikan kegagalan agresi militernya di Timur Tengah.
Prioritas Absurd Gedung Putih di Masa Perang
Menyitat TIME, pada 18 April, Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang bertujuan untuk mempercepat pengembangan obat-obatan psikedelik sebagai perawatan medis di Amerika Serikat.
Perintah tersebut mendesak Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk memberikan pertimbangan yang dipercepat bagi psikedelik yang memenuhi kriteria tertentu.
Kebijakan ini juga menuntut Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS untuk mengarahkan dana 50 juta dolar demi menyamai investasi pemerintah negara bagian dalam meneliti psikedelik.
Banyak obat psikedelik, termasuk LSD, MDMA yang lebih dikenal sebagai Molly, dan psilocybin, sebenarnya masih berstatus dilarang secara federal di negara tersebut.
Namun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa beberapa zat ini diyakini dapat membantu meringankan masalah depresi yang resistan terhadap pengobatan biasa serta gangguan stres pascatrauma (PTSD).
Baca Juga: Iran Serang Kapal Kontainer Dekat Selat Hormuz
Candaan Narkoba Trump Bersama Joe Rogan
Meskipun perintah eksekutif baru ini tidak secara fundamental mengubah standar keselamatan FDA, para ahli menyebutnya sebagai tindakan simbolis tentang keterbukaan pemerintah yang sangat tidak biasa.
"Disebutkannya psikedelik di Ruang Oval, mendapatkan perhatian yang sangat diprioritaskan dari seorang presiden, adalah sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata peneliti senior Harvard Law School, Mason Marks.
Zat-zat ini sempat menjadi sorotan publik lebih dari setengah abad yang lalu ketika mantan Presiden Richard Nixon melarangnya sebagai bagian dari kampanye perang melawan narkoba.
Namun, pengumuman Trump yang dilakukan tepat di tengah eskalasi konflik berdarah dengan Iran justru memberikan nada yang sangat kontras.
"Boleh saya minta sedikit?" candanya saat memberikan sambutan dalam acara penandatanganan di Gedung Putih tersebut.
Berita Terkait
-
Dibalik Megahnya USS Gerald R. Ford: Toilet Tersumbat, Serangan AS ke Iran pun Terhambat, Kualat?
-
Menteri Olahraga Iran Ungkap Satu Syarat Mutlak untuk Tampil di Piala Dunia 2026
-
Kuota Dipangkas, Jalur Diubah: 30 Ribu Jemaah Iran Berangkat Haji di Tengah Perang
-
Warga Yordania Usir Militer AS, Sadar Negaranya Cuma Dijadikan 'Boneka'
-
Perdamaian AS - Iran Makin Runyam, Blokade Laut Donald Trump Sampai Samudra Hindia
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Dibalik Megahnya USS Gerald R. Ford: Toilet Tersumbat, Serangan AS ke Iran pun Terhambat, Kualat?
-
Viral! Hotel di Negara Ini Buat Pengumuman: Hewan dan Orang Yahudi Dilarang Masuk
-
Kejar Target Tembus Top 50 Kota Global, Pramono Anung 'Gerilya' ke Tiongkok hingga Jepang
-
Kritik dr. Tan Shot Yen: Susu Bumil Gimmick Industri, Desak Program Makan Gratis Pakai Pangan Lokal!
-
Kapal Perang AS Lintasi Selat Malaka, Menlu RI: Patroli di Kawasan
-
Harga BBM dan Elpiji Non-Subsidi Naik, Tulus Cium Aroma Anomali di Lapangan, Apa Itu?
-
Kuota Dipangkas, Jalur Diubah: 30 Ribu Jemaah Iran Berangkat Haji di Tengah Perang
-
Akademisi Tekankan Pengawasan Ketat Aliran Dana Asing, Ini Alasannya
-
Jalur Haji Syam: Rute Legendaris dari Damaskus ke Madinah yang Sarat Makna Spiritual
-
Iran Gencatan Senjata, Israel Gempur Habis Gaza: Serangan Naik 46 Persen Kata PBB