- Sekretaris Angkatan Laut AS John Phelan resmi diberhentikan pada Rabu (22/4) akibat konflik internal terkait proyek kapal perang.
- Pemecatan terjadi karena perbedaan pandangan kepemimpinan antara Phelan dengan pihak Pentagon mengenai agenda pembangunan kapal program Donald Trump.
- Hung Cao ditunjuk menggantikan posisi Phelan sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Angkatan Laut untuk memimpin operasi militer strategis Amerika.
Suara.com - Sekretaris Angkatan Laut Amerika Serikat John Phelan resmi diberhentikan pada Rabu (22/4) waktu setempat setelah konflik dengan pihak Pentagon terkait program ambisius Presiden Donald Trump membuat kapal perang yang disebut Golden Fleet.
Keputusan pemecatan ini diumumkan secara mendadak tanpa penjelasan rinci dari pihak Departemen Pertahanan.
“Sekretaris Angkatan Laut John C. Phelan meninggalkan pemerintahan, efektif segera,” ujar juru bicara Pentagon Sean Parnell dilansir dari NY Post.
“Kami mendoakan yang terbaik untuk langkahnya ke depan.” tambahnya.
Ketegangan antara Phelan dengan Menteri Perang Pete Hegseth serta Wakil Menteri Stephen Feinberg disebut telah berlangsung selama berbulan-bulan.
Perbedaan pandangan terutama muncul dalam pengelolaan proyek besar pembangunan kapal perang yang menjadi bagian dari agenda utama Trump.
Seorang sumber Partai Republik menyebut gaya kepemimpinan Phelan tidak sejalan dengan arah Pentagon.
“Ketika Anda menggabungkan ketidakmampuan dengan kesombongan, biasanya itu tidak berakhir baik,” ujarnya.
Laporan media menyebut Feinberg bahkan mulai mengalihkan kendali proyek shipbuilding dari Phelan secara bertahap.
Baca Juga: Trump Klaim Selamatkan 8 Perempuan Iran dari Tiang Gantungan, Teheran: Penyebar Hoax!
Selain itu, Phelan juga dilaporkan memiliki hubungan kerja yang kurang harmonis dengan Hung Cao, yang kini ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Angkatan Laut.
Cao, seorang veteran Angkatan Laut AS dan mantan kandidat Senat dari Virginia, disebut sebagai sosok yang lebih disukai oleh Presiden Trump.
Pentagon menilai transisi kepemimpinan tidak akan mengganggu operasi militer yang sedang berlangsung, termasuk misi sensitif di kawasan strategis Selat Hormuz.
Phelan sendiri baru-baru ini sempat menyampaikan rencana reformasi sistem kontrak pengadaan kapal.
Phelan mengatakan insentif akan diberikan kepada kontraktor yang mampu mempercepat pengerjaan proyek.
“Salah satu hal yang akan kami lakukan adalah jika Anda lebih cepat dari jadwal, Anda akan mendapat bonus, tetapi juga akan dibagikan kepada para pekerja,” kata Phelan dalam sebuah konferensi di Washington.
Berita Terkait
-
Trump Klaim Selamatkan 8 Perempuan Iran dari Tiang Gantungan, Teheran: Penyebar Hoax!
-
Diusir dari Ruangan, Donald Trump Ngamuk 2 Jam Usai Pilot AS Jatuh di Iran
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Apa Hambatan dalam Proses Negosiasi?
-
Italia Desak Gencatan Senjata dan Pembukaan Selat Hormuz
-
Menlu Sugiono Tegas Tolak 'Pajak' di Selat Hormuz: Langgar Kebebasan Navigasi
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik
-
Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal
-
Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!
-
Sindir Jokowi? Hasto Soroti Simbol 21061961 di Film Ghost in the Cell: Joko Anwar Sangat Cerdas!
-
Bikin Buruh Tertawa, Kapolri Ingin Jadi Aktivis Usai Pensiun: Mau Demo Pak Jumhur!
-
Abaikan Aspirasi Rakyat Berujung Korupsi, PDIP: Kasus BGN Harusnya Bisa Dicegah Sejak Awal!
-
Heroik! Niat Bantu Warga, Petugas Damkar Malah Tertimpa Gedung dan Harus Jalani CT Scan
-
Tolak Tawaran Masuk Pemerintahan Prabowo, Andi Gani: Saya Pilih Jadi Presiden Buruh
-
Transisi Energi di Laut Janjikan Masa Depan Hijau, Tapi Bagaimana Nasib Masyarakat Pesisir?
-
Waspada Badai PHK! Pemerintah Gelar Rapat Khusus Pekan Depan