-
Pengibaran bendera Israel di Masjid Al-Aqsa memicu kemarahan diplomatik dan kecaman hukum internasional.
-
Qatar dan Pakistan menuntut perlindungan situs suci dari aksi provokatif pemukim bersenjata.
-
Pelanggaran status quo di Yerusalem meningkatkan risiko eskalasi konflik di wilayah Palestina.
Suara.com - Aksi pengibaran bendera Israel oleh kelompok pemukim di kompleks Masjid Al-Aqsa memicu krisis diplomasi dan ancaman terhadap stabilitas hukum internasional di Yerusalem.
Langkah provokatif ini dinilai melampaui batas karena menyentuh sensitivitas identitas situs suci ketiga umat Islam saat ketegangan regional sedang memuncak.
Dunia internasional kini menyoroti pembiaran aparat keamanan yang justru mengawal tindakan ilegal tersebut di area yang seharusnya dilindungi status quo.
Insiden ini terjadi tepat saat peringatan hari besar yang sensitif bagi kedua belah pihak di wilayah pendudukan.
Banyak pihak mengkhawatirkan eskalasi kekerasan akan meluas jika perlindungan terhadap situs suci terus diabaikan secara sistematis.
"Tindakan tercela ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, serta terhadap kesucian dan kekebalan tempat suci tersebut," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam pernyataannya dikutip dari Anadolu.
Para pemukim memasuki area melalui Gerbang Mughrabi dengan pengawalan ketat kepolisian bersenjata lengkap.
Rekaman yang tersebar menunjukkan adanya aktivitas ritual keagamaan yang dilarang keras berdasarkan perjanjian sejarah di lokasi tersebut.
Sujud kolektif yang dilakukan di area timur kompleks menjadi bukti nyata adanya upaya pengubahan tatanan ibadah secara paksa.
Baca Juga: Masjid Al-Aqsa Ditutup Total 34 Hari, Zionis Israel Nekat Pakai Dalih Perang Iran demi Keamanan
Pakistan secara tegas menuntut penghentian impunitas bagi para pemukim yang beroperasi di bawah perlindungan aparat keamanan.
Reaksi Diplomasi dan Penolakan Status Identitas
Pemerintah Qatar turut menyuarakan protes keras atas aksi pengibaran simbol negara di halaman situs yang berstatus netral secara agama.
Doha menegaskan kembali "penolakan tegas" terhadap setiap upaya untuk mengubah identitas atau status masjid suci tersebut.
Komunitas global didesak untuk memikul tanggung jawab moral dalam menjaga integritas Yerusalem dari klaim sepihak.
Langkah ini dianggap sebagai bagian dari upaya sistematis untuk menghapus sejarah dan kedaulatan situs muslim di tanah Palestina.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi
-
Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?
-
Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600
-
Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan
-
Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis
-
Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah
-
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda
-
Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah
-
PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak
-
AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?