-
Singapura, Malaysia, dan Indonesia menjamin Selat Malaka bebas tol dan tetap terbuka.
-
Prinsip UNCLOS menjadi dasar utama dalam menjaga hak lintas transit maritim global.
-
Singapura menolak memihak antara AS dan China demi menjaga kepentingan nasional jangka panjang.
Singapura tetap pada posisi tidak memihak dalam kompetisi antara Amerika Serikat dan China yang kian meruncing akhir-akhir ini.
"Mengutip Bapak Lee Kuan Yew, kami akan menolak untuk memilih. Cara kami menjalankan urusan kami adalah dengan menilai apa yang menjadi kepentingan nasional jangka panjang Singapura," jelasnya.
Keputusan diplomatik yang diambil didasarkan pada analisis mandiri tanpa campur tangan atau tekanan dari pihak asing manapun.
Jika harus berkata tidak pada Washington atau Beijing, Singapura mengklaim tidak akan ragu demi menjaga kedaulatan negaranya.
"Dan jika saya harus mengatakan tidak kepada Washington atau Beijing atau siapa pun, kami tidak akan gentar. Namun mereka juga akan tahu bahwa ketika kami mengatakan tidak, itu bukan atas perintah pihak lain; kami bertindak demi kepentingan nasional jangka panjang kami sendiri," tuturnya.
Singapura memposisikan diri sebagai mitra yang bermanfaat namun tegas menolak untuk dieksploitasi oleh kepentingan politik global.
Risiko Ketegangan di Kawasan Pasifik
"Kami akan berguna, tetapi kami tidak akan dimanfaatkan," tegas Dr. Balakrishnan dalam sesi wawancara tersebut.
Investasi Amerika Serikat di Asia Tenggara tercatat lebih besar dibandingkan total investasi mereka di India, China, Jepang, dan Korea Selatan.
Baca Juga: Adaptasi Shuttlecock Cepat Jadi Fokus Tim Indonesia Jelang Piala Thomas & Uber 2026
Di sisi lain, Singapura juga memegang peran vital sebagai salah satu sumber investasi asing terbesar bagi ekonomi China saat ini.
Namun, kekhawatiran muncul jika persaingan kekuatan besar tersebut berujung pada pecahnya konflik fisik di wilayah Pasifik.
"Jika mereka berperang di Pasifik, apa yang Anda saksikan sekarang di Selat Hormuz hanyalah sebuah latihan simulasi," peringatnya.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan persaingan ketat antara Amerika Serikat dan China telah menempatkan jalur perdagangan maritim global dalam risiko tinggi.
Selat Malaka, sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, menjadi fokus utama bagi Singapura, Malaysia, dan Indonesia untuk tetap dijaga sebagai zona bebas hambatan sesuai mandat UNCLOS.
Stabilitas di jalur ini dianggap sebagai kunci utama untuk mencegah krisis ekonomi lebih lanjut jika konflik di wilayah Pasifik benar-benar meletus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Diduga Belajar Nyetir, Pengemudi Pikap Tabrak Pesepeda dan Pedagang di Lingkar Stadion Pakansari
-
KPK Geledah Kantor Bupati Lombok Barat hingga PUPR, Sita Dokumen dan Alphard
-
Pelajar Hilang di Curug Sri Rahayu Way Kanan
-
Nutrisi Jadi Kunci Generasi Emas 2045, Konsumsi Susu Anak Indonesia Perlu Ditingkatkan
-
Beli Sunscreen Wardah Online Original Hanya di Blibli, Cek Varian Sesuai Kulitmu
-
Wujudkan Mimpi! Sisca Saras Siap Guncang JFC 2026 Bersama Bintang Jepang Ayaka Yasumoto
-
Lengkapi Rutinitas Skincare Harianmu, Beli Sunscreen Cetaphil Online Original Hanya di Blibli
-
Bukan Sekadar Angkat Beban, Smart Training Ubah Cara Masyarakat Menjalani Gaya Hidup Sehat
-
Sensasi Baru Wisata Jakarta: Santap Malam di Atas Bus Sambil Dengar Biola dan Cerita Sejarah
-
Jadwal Terbaru SPBU Solar di Palembang 2026, Ini Daftar Layanan 24 Jam dan Malam Hari