- Guru honorer Abdul Azis menerima bantuan motor dari relawan di Jakarta Utara pada 22 April 2026.
- Bantuan diberikan setelah kisah perjuangan Azis bersepeda sejauh sepuluh kilometer setiap hari menjadi viral media sosial.
- Azis mendesak pemerintah segera meningkatkan kesejahteraan guru honorer melalui kebijakan sertifikasi dan pengangkatan status menjadi ASN PPPK.
Suara.com - Dedikasi tanpa batas yang ditunjukkan Abdul Azis (45), seorang guru honorer di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Islam 1, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, akhirnya berbuah manis. Setelah kisah perjuangannya viral di media sosial, ia mendapat bantuan satu unit sepeda motor matik untuk menunjang mobilitasnya sebagai tenaga pendidik.
Motor tersebut diberikan oleh seorang relawan yang tergerak melihat kegigihan Azis dalam mengabdi. Penyerahan bantuan berlangsung pada Rabu (22/4/2026) dan disambut suasana haru di halaman sekolah.
Azis bahkan diminta langsung mencoba motor barunya di hadapan para siswa yang bersorak gembira. Momen itu menjadi simbol kebahagiaan yang selama ini terasa jauh dari kesehariannya.
Sambil menahan tangis, Azis mengungkapkan rasa syukurnya setelah berbulan-bulan harus berjuang dengan keterbatasan transportasi.
“Alhamdulillah, senang banget. Sekian lama, hampir kurang lebih enam bulan gowes, akhirnya ada yang baik memberikan motor. Saya benar-benar terharu,” ujar Azis, Kamis (23/4/2026).
Berikut sejumlah fakta di balik perjuangan Azis sebagai guru honorer:
1. Mengabdi Lintas Wilayah Jakarta
Azis tinggal di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, namun mengajar di Penjaringan, Jakarta Utara. Setiap hari, ia harus menempuh jarak sekitar 5 kilometer sekali jalan, atau total 10 kilometer pulang-pergi.
2. Kehilangan Motor Sejak Akhir 2025
Baca Juga: Viral Tren Makan Tanah Liat, Pakar Kesehatan Beri Peringatan Keras
Sebelumnya, Azis mengandalkan motor pemberian pamannya. Namun, kendaraan tersebut hilang dicuri pada Desember 2025. Sejak saat itu, ia menggunakan sepeda lipat milik saudaranya untuk tetap bisa mengajar.
3. Melintasi Jalur Berisiko Tinggi
Perjalanan Azis tidak mudah. Ia harus melintasi jalur pesisir yang dipadati truk kontainer, penuh polusi, serta memiliki medan menanjak. Ia bahkan harus menuntun sepeda di beberapa titik agar tetap bisa sampai tepat waktu.
4. Membonceng Anak ke Sekolah
Tak hanya berjuang sendiri, Azis juga membonceng putri sulungnya yang duduk di kelas 3 SD menuju sekolah yang sama. Kekhawatiran akan polusi dan risiko kecelakaan menjadi bagian dari rutinitas yang tak terhindarkan.
5. Penghasilan Terbatas, Tetap Bertahan
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
Terkini
-
Terjun dari Lantai 4: Satu PRT di Benhil Tewas, Dugaan Dikurung Majikan Masih Diselidiki Polisi
-
Listrik PLN Anjlok, Lampu Merah di Jakarta Banyak yang Mati, Polisi Waspada Macet Parah Sore Ini
-
Sekolah Iran di Tengah Perang: Tanpa Telepon, Internet Mati dan Kelas Hancur
-
Pemerintah Pastikan Tak Ada Penolakan Industri Terkait Kebijakan Label Nutri Level AD
-
Saiful Mujani Santai Meski Dilaporkan Makar: Kalau Harus Ditahan, Ya Tahan Saja
-
PM Lebanon: Israel Sengaja Incar Bunuh Wartawan Pakai Rudal
-
Eks Ketua Komnas Perempuan Soal Demokrasi RI: Kalau Kartini Lahir Sekarang, Bisa Dituduh Makar
-
Kemenlu RI Pastikan Sama Sikap dengan Malaysia dan Singapura Soal Tarif Selat Malaka
-
Kasus DKJA, KPK Panggil Dirjen Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub
-
Kabar Gembira! Besok Naik Transportasi Umum di Jakarta Cuma Bayar Rp1