-
Odeh Awawdeh tewas ditembak pemukim Israel di West Bank meninggalkan bayi kembar dua bulan.
-
PBB mendesak akuntabilitas atas kekerasan sistemik oleh pemukim bersenjata terhadap warga Palestina.
-
Eskalasi konflik meluas hingga Gaza dan Nablus dengan jatuhnya korban jiwa warga sipil.
Militer mengklaim penembakan tersebut adalah prosedur standar penangkapan tersangka setelah adanya aksi pelemparan batu di area operasi.
Kekerasan tidak hanya terbatas di Tepi Barat, melainkan juga merembet hingga ke wilayah Khan Younis dan kamp pengungsian.
Empat warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan udara yang diluncurkan militer Israel ke beberapa titik strategis.
Salah satu korban tewas diketahui merupakan seorang petugas penyelamat yang sedang bertugas di kamp pengungsian Maghazi.
Israel berdalih serangan di selatan Gaza menyasar target militan yang sedang mengangkut amunisi berbahaya.
Dunia internasional kini menanti tindakan tegas untuk menyeret pelaku pembunuhan warga sipil ke pengadilan yang adil.
Konflik di Tepi Barat terus memanas akibat perluasan pemukiman ilegal yang sering memicu konfrontasi fisik antara warga asli dan pendatang.
Ketegangan ini diperparah dengan kehadiran pasukan keamanan yang kerap dianggap membiarkan aksi kekerasan oleh kelompok pemukim.
Insiden penembakan Odeh Awawdeh menambah daftar panjang pelanggaran hak asasi manusia di wilayah pendudukan yang hingga kini belum menemukan solusi perdamaian permanen.
Baca Juga: PM Lebanon: Israel Sengaja Incar Bunuh Wartawan Pakai Rudal
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
Terkini
-
Heboh Usulan Purbaya Pungut Tarif di Selat Malaka, Malaysia Singgung 'Titipan' AS
-
PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'
-
Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon
-
Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa
-
Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina
-
Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo
-
Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro
-
Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
-
Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?
-
263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!