-
Odeh Awawdeh tewas ditembak pemukim Israel di West Bank meninggalkan bayi kembar dua bulan.
-
PBB mendesak akuntabilitas atas kekerasan sistemik oleh pemukim bersenjata terhadap warga Palestina.
-
Eskalasi konflik meluas hingga Gaza dan Nablus dengan jatuhnya korban jiwa warga sipil.
Suara.com - Kematian tragis Odeh Awawdeh yang ditembak dari belakang mengungkap potret kelam impunitas kelompok pemukim bersenjata di wilayah Tepi Barat.
Aksi militeristik pemukim yang dilindungi negara ini telah menciptakan eskalasi kekerasan tanpa henti terhadap warga sipil Palestina di Deir Dibwan.
Dikutip dari Skynews, kehilangan sosok ayah bagi sepasang bayi kembar berusia dua bulan menjadi simbol luka kemanusiaan di tengah pendudukan yang kian represif.
Jenazah pria berusia 25 tahun tersebut diarak dalam prosesi pemakaman yang penuh isak tangis di dekat wilayah Ramallah.
Warga setempat menyaksikan bagaimana peluru tajam menembus punggung Awawdeh saat kelompok pemukim menyerbu pemukiman mereka.
Kekuatan militer Israel dilaporkan melakukan penutupan akses desa serta penahanan puluhan warga saat insiden berdarah itu berlangsung.
Pejabat PBB menyoroti pola kekerasan yang terus berkembang dari gerakan pemukim yang kini semakin terorganisir secara militer.
Kutipan resmi menyebutkan bahwa para pemukim "memasuki desa dan bentrok dengan penduduk, dengan seorang pemukim bersenjata menembak dan membunuh" Awawdeh.
Laporan media lokal menyebutkan beberapa pemukim sempat ditahan untuk dimintai keterangan setelah tekanan publik meluas.
Baca Juga: PM Lebanon: Israel Sengaja Incar Bunuh Wartawan Pakai Rudal
Namun, pihak militer Israel memilih untuk tidak memberikan komentar segera terkait keterlibatan mereka dalam pengamanan aksi tersebut.
Desakan Akuntabilitas Internasional Atas Pertumpahan Darah
Kementerian Kesehatan Palestina mencatat sedikitnya 15 nyawa warga sipil telah melayang akibat ulah pemukim sepanjang tahun ini.
Situasi di lapangan digambarkan oleh perwakilan hak asasi manusia PBB sebagai sebuah kengerian yang tidak pernah berhenti bagi warga.
Ajith Sunghay dari kantor HAM PBB menyatakan, "Komunitas internasional harus bersikeras pada akuntabilitas yang bermakna bagi para pelaku dari semua pembunuhan melawan hukum di wilayah pendudukan Palestina untuk menghentikan pertumpahan darah."
Di lokasi berbeda, seorang remaja berusia 15 tahun di Nablus juga tewas setelah diterjang timah panas tentara Israel.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
Terkini
-
Heboh Usulan Purbaya Pungut Tarif di Selat Malaka, Malaysia Singgung 'Titipan' AS
-
PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'
-
Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon
-
Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa
-
Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina
-
Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo
-
Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro
-
Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
-
Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?
-
263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!