News / Internasional
Jum'at, 24 April 2026 | 09:42 WIB
Kapal Perang Amerika Serikat (Naval)
Baca 10 detik
  • Trump instruksikan Angkatan Laut tembak mati kapal pemasang ranjau di wilayah Selat Hormuz.

  • Operasi pembersihan ranjau ditingkatkan tiga kali lipat demi mengamankan jalur distribusi minyak dunia.

  • Amerika Serikat menyegel total Selat Hormuz hingga tercapai kesepakatan politik baru dengan Iran.

Suara.com - Donald Trump mengambil langkah militer ekstrem dengan menginstruksikan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menghabisi siapa pun yang menyabotase Selat Hormuz.

Keputusan ini menjadi titik didih baru dalam upaya Washington mengamankan jalur distribusi energi global dari ancaman ranjau laut.

Dikutip dari The Hill, Amerika Serikat kini tidak hanya sekadar bertahan melainkan secara aktif melakukan pembersihan ranjau dengan intensitas tiga kali lipat.

Kapal perang Amerika Serikat USS Miguel Keith terdeteksi mondar-mandir di Selat Malaka dekat perairan Indonesia. AS perluas blokade untuk incar tanker minyak Iran di Indo-Pasifik. [Dok. usni.org]

Trump menegaskan posisi tempur ini melalui pernyataan resmi yang menunjukkan tidak adanya toleransi terhadap aktivitas provokasi di perairan tersebut.

“Saya telah memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menembak dan membunuh kapal apa pun, meskipun itu kapal kecil (Semua kapal angkatan laut mereka, berjumlah 159 kapal, berada di dasar laut!), yang memasang ranjau di perairan Selat Hormuz. Tidak boleh ada keragu-raguan,” tulis Trump.

Perintah tegas ini muncul di tengah ketidakpastian operasional jalur pelayaran yang menjadi urat nadi ekonomi dunia tersebut.

Ilustrasi lokasi Laut Merah dan Selat Hormuz (Gemini AI)

Gedung Putih bahkan telah memberikan instruksi khusus untuk mempercepat pembersihan sisa-sisa ancaman di bawah air.

“Selain itu, 'penyapu' ranjau kami sedang membersihkan Selat tersebut saat ini. Saya dengan ini memerintahkan aktivitas tersebut untuk dilanjutkan, tetapi dengan level yang ditingkatkan tiga kali lipat!” tambahnya.

Meskipun gencatan senjata dengan Iran telah diperpanjang tanpa batas waktu namun blokade militer tetap dijalankan dengan ketat.

Baca Juga: Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!

Pentagon memberikan estimasi bahwa proses pembersihan ranjau secara menyeluruh bisa memakan waktu hingga enam bulan ke depan.

Dampak Ekonomi dan Blokade Maritim

Selat Hormuz merupakan jalur krusial yang dilewati oleh seperlima dari total pasokan minyak dan gas dunia setiap harinya.

Penurunan volume lalu lintas tanki akibat konflik telah memicu lonjakan harga minyak di pasar internasional secara signifikan.

Komando Pusat AS melaporkan telah menghalau puluhan kapal yang mencoba melanggar zona blokade terhadap Iran tersebut.

Tindakan tegas di lapangan ini merupakan bagian dari strategi besar Amerika Serikat untuk memberikan tekanan maksimal pada Teheran.

Load More