- Presiden AS meluncurkan program visa emas seharga 1 juta dolar AS bagi warga asing untuk menetap dan bekerja.
- Setelah empat bulan diluncurkan, program investasi visa tersebut ternyata sepi peminat dengan hanya menyetujui satu pemohon saja.
- Realisasi program ini jauh dari target awal yang sempat diproyeksikan mampu menarik investasi hingga 1,3 miliar dolar.
Suara.com - Presiden AS Donald Trump empat bulan yang lalu meluncurkan program visa emas untuk warga negara asing yang ingin menetap dan bekerja di Negeri Paman Sam.
Visa emas senilai 1 juta dollar AS atau setara Rp15 miliar tersebut ternyta sepi peminat.
Lebih dari empat bulan diluncurkan, pemerintah Amerika Serikat baru menyetujui satu pemohon.
Menteri Perdagangan Howard Lutnick seperti dilansir dari NY Post, menyebut bahwa peminat visa emas Trump memang sepi peminat.
“Program ini masih baru dan kami ingin memastikan semuanya berjalan sempurna,” ujarnya.
Fakta ini jauh dari klaim awal saat peluncuran pada Desember lalu.
Kala itu, Lutnick menyebut program ini mampu menarik pendaftaran hingga 1,3 miliar dolar AS hanya dalam hitungan hari.
Lantas apa itu visa emas Trump?
Program visa emas Trump memungkinkan warga asing mendapatkan izin tinggal dan kerja legal di Amerika Serikat dengan investasi minimal 1 juta dolar AS.
Baca Juga: Departemen Kehakiman AS Selidiki Dugaan Akal Bulus Trump Halangi Investigasi Skandal Epstein
Saat diperkenalkan, Trump bahkan memamerkan kartu berlapis emas dan menyebutnya sebagai versi green card yang jauh lebih unggul.
Namun dalam sidang kongres terbaru, Lutnick tidak menjelaskan perbedaan mencolok antara klaim awal dan realisasi saat ini.
Program ini dirancang untuk menggantikan visa investor EB-5 yang telah berjalan selama puluhan tahun.
Skema lama itu mewajibkan investasi sekitar 1 juta dolar AS pada bisnis yang menciptakan minimal 10 lapangan kerja.
Dalam skemanya, setiap pemohon diwajibkan membayar biaya verifikasi tambahan sebesar 15.000 dolar AS di luar investasi utama.
Perusahaan juga bisa mensponsori tenaga kerja asing dengan dana 2 juta dolar AS, ditambah biaya tahunan 1 persen.
Berita Terkait
-
Departemen Kehakiman AS Selidiki Dugaan Akal Bulus Trump Halangi Investigasi Skandal Epstein
-
Donald Trump Perintahkan Tembak dan Bunuh Jenis Kapal Ini di Selat Hormuz
-
Rupiah Hari Ini Menguat Tipis ke Rp17.284 per Dolar AS
-
AS Sebar Informasi Wajah Mojtaba Khamenei Terbakar hingga Sulit Bicara, Benarkah?
-
Aksi di Kedubes AS Jakarta, Pemuda Dukung Paus Leo XIV Tolak Perang Trump-Iran
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun