- Rupiah menguat tipis menjadi Rp17.284 per dolar AS pada Jumat, 24 April 2026, berkat intervensi Bank Indonesia.
- Perpanjangan gencatan senjata Israel-Lebanon selama tiga minggu membantu mengurangi tekanan terhadap nilai tukar mata uang rupiah.
- Kenaikan harga minyak dunia serta imbal hasil obligasi Amerika Serikat membatasi potensi penguatan rupiah ke depannya.
Suara.com - Pembukaan rupiah pada pagi hari ini Jumat (24/4/2026) mengalami penguatan tipis pada Dolar Amerika Serikat (AS).
Bangkitnya mata uang Garuda akibat Bank Indonesia yang mulai intervensi. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka Rp17.284 per dolar AS.
Alhasil, rupiah menguat 0,01 persen dari perdagangan Kamis (23/4/2026) di level Rp17.286. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengungkapkan bahwa gencatan senjata membuat dolar AS mengalami pelemahan.
"Namun perkembangan terakhir, gencatan senjata Israel-Lebanon diperpanjang 3 minggu, ini bisa sedikit menurunkan tekanan pada rupiah," katanya saat dihubungi Suara.com.
Kata dia, rupiah menguat tipis tapi masih berpeluang melemah terhadap dolar AS. Pasalnya, masih ada sentimen di tengah kembali naikya harga minyak mentah dan imbal hasil obligasi AS oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
"Untuk saat ini memang rupiah masih sulit kembali di bawah 17 ribu. Range 17200-17350," katanya.
Sementara itu kurs Jisdor melaporkan rupiah ada di level Rp17.308. Sedangkan, mayoritas mata uang Asia bervariasi.
Di mana, peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,35 persen. Selanjutnya, ringgit Malaysia yang ambles 0,16 persen dan won Korea Selatan terkoreksi 0,11 persen. Disusul, yuan China tertekan 0,07 persen
Berikutnya ada yen Jepang yang turun 0,03 persen dan dolar Hong Kong melemah tipis 0,02 persen. Sedangkan, baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,12 persen.
Baca Juga: Rupiah di Level Kritis Rp17.300, Pakar Sarankan Ini Buat Pemerintahan Prabowo
Kemudian ada dolar Taiwan yang terkerek 0,09 persen dan dolar Singapura menguat tipis 0,02 persen terhadap the greenback.
Berita Terkait
-
Rupiah Masih di Zona Bahaya Rp 17.138
-
Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.134 per Dolar AS, Simak Prediksi Pergerakannya
-
Rupiah Kian Terpuruk ke Level Rp 17.143/USD
-
Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta
-
Rupiah Menguat Tipis di Tengah Pelemahan Dolar AS, Cek Harga Kurs Hari Ini
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
Terkini
-
Update Harga Pangan 24 April 2026: Cabai Rawit dan Bawang Putih Anjlok
-
BI Guyur Insentif Rp427,9 Triliun Buat Perbankan, Bank Asing Juga Kebagian
-
IHSG Masih Rungkad di Jumat Pagi ke level 7.378
-
Emas Antam Stagnan, Harganya Masih Rp 2.805.000/Gram
-
Tak Ada Prioritas, Danantara Pastikan Semua Merger BUMN Rampung Tahun Ini
-
Kisah Inspiratif! Istri Nelayan Raup Penghasilan Berkat Program Harita Group
-
Emiten GOOD Tebar Dividen Rp350,33 Miliar
-
Perkuat Ekosistem Ekonomi Terintegrasi, Bank Jakarta Pacu Transaksi Digital
-
GrabModal Kucurkan Rp6 Triliun untuk 445 Ribu UMKM dan Driver
-
Investasi SDM, Peruri Perkuat Fasilitas Pendidikan