- Bareskrim Polri resmi menetapkan Ustadz Syekh Ahmad Al Misry sebagai tersangka kasus pelecehan seksual terhadap lima santri laki-laki.
- Dugaan tindak pidana tersebut dilakukan tersangka di berbagai lokasi, meliputi wilayah Indonesia dan negara Mesir sejak tahun 2025.
- Tersangka sebelumnya pernah berjanji untuk bertaubat pada tahun 2021, namun kembali melakukan perbuatan menyimpang kepada para santrinya.
Suara.com - Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Bareskrim Polri resmi menetapkan pemuka agama, Ustadz SAM atau Syekh Ahmad Al Misry, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santrinya.
Keputusan ini diambil setelah penyidik melakukan gelar perkara dan menemukan bukti yang cukup atas keterlibatan SAM dalam perkara tersebut.
“Berdasarkan pelaksanaan gelar perkara, penyidik telah menetapkan saudara SAM sebagai tersangka,” tegas Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko di Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Trunoyudo menambahkan bahwa penetapan tersangka ini merupakan komitmen kepolisian dalam memberikan perlindungan bagi para korban.
Meski demikian, pihak kepolisian belum merinci lebih jauh mengenai detail teknis penahanan maupun langkah penyidikan selanjutnya.
Trauma Berat dan Dugaan Pembungkaman Korban
Kasus ini mencuat setelah SAM dilaporkan ke Bareskrim Polri pada November 2025.
Ia diduga melakukan pelecehan seksual terhadap lima orang santri laki-laki.
Kuasa hukum para korban, Achmad Cholidin, mengungkapkan bahwa kliennya mengalami trauma mendalam akibat perbuatan tersebut.
Baca Juga: Respons Ustaz Derry soal Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry: Ghibah Lebih Besar Dosanya!
Tak hanya soal kekerasan seksual, Cholidin juga membeberkan adanya upaya sistematis dari pihak SAM untuk membungkam para korban agar kasus ini tidak mencuat ke permukaan.
"Ada ancaman, bahkan korban yang ada di Mesir juga untuk tidak membuka perkara ini semuanya. Ada juga mencoba memberikan dana supaya ini tidak berlanjut, baik oleh terduga ataupun utusannya," ungkap Cholidin.
Rekam Jejak Kelam: Sempat Berjanji Taubat di 2021
Kesaksian mengejutkan juga datang dari Ustadz Abi Makki. Ia menyebutkan bahwa dugaan perilaku menyimpang SAM sebenarnya sudah terendus sejak tahun 2021.
Saat itu, telah dilakukan proses tabayyun yang melibatkan para guru santri dan tokoh agama.
Dalam pertemuan tersebut, SAM mengakui perbuatannya, meminta maaf, dan berjanji secara lisan maupun tertulis untuk tidak mengulangi pelecehan seksual sesama jenis.
Berita Terkait
-
Rekam Jejak Mubahalah: Ahmad Dhani hingga Rizieq Shihab, Kini Syekh Ahmad Al Misry Ditantang
-
Mengenal Mubahalah, Apakah Berlebihan Sumpah Kutukan Ini Diterapkan di Kasus Syekh Ahmad Al Misry?
-
Bantah Lecehkan Santri, Apakah Syekh Ahmad Al Misry Berani Lakukan Mubahalah?
-
Respons Ustaz Derry soal Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry: Ghibah Lebih Besar Dosanya!
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Harga BBM di Vietnam Turun, Pemerintah Perpanjang Insentif Pajak Impor Hingga Juni 2026
-
KPAI Desak Pemerintah Terapkan Cukai Minuman Manis, Soroti Dampak Industri ke Anak
-
PBB Soroti Eksekusi Mati Kasus Narkoba di Singapura, Dinilai Tak Sejalan dengan HAM
-
Vietnam dan Korea Selatan Sepakati Belasan Kerja Sama, Fokus Teknologi hingga Energi Nuklir
-
Aktivis Palestina Alami Luka Serius Akibat Taser Polisi dan Palu Saat Gerebek Pabrik Senjata
-
China Desak Kamboja Berantas Tuntas Scam Center, Wang Yi: Harus Dihapus Sepenuhnya
-
Gedung Putih Mencari Benang Merah di Balik Kematian Jenderal dan Ilmuwan Nuklir AS William McCasland
-
Cerita di Balik Penggusuran 36 Bangunan Rumah di Cibubur
-
Guru dari Aceh hingga Papua Pasang Badan untuk Nadiem, Bongkar Fakta Chromebook
-
Thailand Siapkan Mega Proyek Rp4000 Triliun, Bikin Jembatan Darat Saingi Selat Malaka