-
Empat warga Palestina termasuk anak-anak tewas akibat serangan terbaru militer Israel di Gaza.
-
Israel dilaporkan telah melakukan ribuan pelanggaran gencatan senjata sejak bulan Oktober tahun lalu.
-
Kerusakan infrastruktur sipil di Gaza mencapai sembilan puluh persen akibat agresi militer berkepanjangan.
Kantor media pemerintah di Gaza mencatat ribuan tindakan ofensif yang telah dilakukan oleh pihak Israel sejak kesepakatan damai.
Bentuk pelanggaran tersebut mencakup pembunuhan langsung, penangkapan sewenang-wenang, hingga kebijakan kelaparan yang terstruktur.
Kutipan resmi dari pihak otoritas kesehatan memberikan gambaran jelas mengenai dampak fisik yang dialami masyarakat setempat.
“Hingga Jumat, Israel telah membunuh 972 warga Palestina dan melukai 2.235 lainnya dalam pelanggaran gencatan senjata,” menurut Kementerian Kesehatan.
Statistik ini memperlihatkan bahwa gencatan senjata yang disepakati Oktober lalu tidak sepenuhnya menghentikan pertumpahan darah.
Agresi yang berlangsung selama dua tahun terakhir telah melumpuhkan hampir seluruh aspek kehidupan di wilayah kantong tersebut.
Sebanyak 90 persen fasilitas sipil dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga hancur total akibat serangan yang bertubi-tubi.
Jumlah korban jiwa secara keseluruhan kini telah melampaui angka 72.000 jiwa dengan ratusan ribu orang lainnya mengalami luka-luka.
Gencatan senjata yang diharapkan menjadi jembatan perdamaian justru ternodai oleh ribuan aksi kekerasan yang tidak kunjung berhenti.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Mesin Cuci Mini Favorit Anak Kos, Ukuran Kecil Bikin Hidup Lebih Praktis
Komunitas internasional kini mendesak adanya pengawasan lebih ketat terhadap setiap pergerakan militer guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban sipil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
RUU Sisdiknas Dikritik, Wewenang Menteri Pilih Rektor Dinilai Ancam Demokrasi Kampus
-
Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati
-
Review Viva Peeling Serum, Harga Rp20 Ribuan tapi Ampuh Bikin Wajah Glowing?
-
Dinamika atau Ancaman? Ini Kata Sekjen Golkar soal Kaesang Incar Kursi DPR di Jateng
-
Starting XI Timnas Indonesia vs Kamboja: Mitchell Baker Jadi Andalan!
-
Mendagri Ungkap Anggaran Pemulihan Banjir Sumatra Capai Rp 100,1 Triliun
-
Insentif Kendaraan Listrik Bakal Diprioritaskan untuk Produk Nasional
-
Borong Perhiasan di Passion Jewelry, Nasabah BRI Bisa Dapat Cashback hingga Rp5 Juta!
-
Perkuat Lini Serang, Kendal Tornado FC Rekrut Winger Jepang Yushi Yamaya