News / Internasional
Senin, 27 April 2026 | 09:58 WIB
Serangan udara dan artileri militer Israel di Gaza menewaskan empat warga sipil termasuk seorang anak. (MME)
Baca 10 detik
  • Empat warga Palestina termasuk anak-anak tewas akibat serangan terbaru militer Israel di Gaza.

  • Israel dilaporkan telah melakukan ribuan pelanggaran gencatan senjata sejak bulan Oktober tahun lalu.

  • Kerusakan infrastruktur sipil di Gaza mencapai sembilan puluh persen akibat agresi militer berkepanjangan.

Kantor media pemerintah di Gaza mencatat ribuan tindakan ofensif yang telah dilakukan oleh pihak Israel sejak kesepakatan damai.

Bentuk pelanggaran tersebut mencakup pembunuhan langsung, penangkapan sewenang-wenang, hingga kebijakan kelaparan yang terstruktur.

Kutipan resmi dari pihak otoritas kesehatan memberikan gambaran jelas mengenai dampak fisik yang dialami masyarakat setempat.

“Hingga Jumat, Israel telah membunuh 972 warga Palestina dan melukai 2.235 lainnya dalam pelanggaran gencatan senjata,” menurut Kementerian Kesehatan.

Statistik ini memperlihatkan bahwa gencatan senjata yang disepakati Oktober lalu tidak sepenuhnya menghentikan pertumpahan darah.

Agresi yang berlangsung selama dua tahun terakhir telah melumpuhkan hampir seluruh aspek kehidupan di wilayah kantong tersebut.

Sebanyak 90 persen fasilitas sipil dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga hancur total akibat serangan yang bertubi-tubi.

Jumlah korban jiwa secara keseluruhan kini telah melampaui angka 72.000 jiwa dengan ratusan ribu orang lainnya mengalami luka-luka.

Gencatan senjata yang diharapkan menjadi jembatan perdamaian justru ternodai oleh ribuan aksi kekerasan yang tidak kunjung berhenti.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Mesin Cuci Mini Favorit Anak Kos, Ukuran Kecil Bikin Hidup Lebih Praktis

Komunitas internasional kini mendesak adanya pengawasan lebih ketat terhadap setiap pergerakan militer guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban sipil.

Load More