- Aktivis buruh Jumhur Hidayat hadir di Istana pada Senin (27/4/2026) untuk mengikuti gladi resik agenda pelantikan kabinet.
- Jumhur diprediksi menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan fokus utama menangani persoalan sampah serta kebijakan internasional.
- Jumhur akan memimpin aksi ratusan ribu buruh di Monas pada 1 Mei untuk menyambut kebijakan baru dari pemerintah.
Suara.com - Aktivis buruh kawakan, Jumhur Hidayat, tampak hadir memenuhi undangan ke istana pada Senin (27/4/2026) siang ini. Kehadirannya memicu spekulasi kuat mengenai posisinya dalam jajaran kabinet pemerintahan mendatang.
Saat dikonfirmasi mengenai maksud kedatangannya, Jumhur memberikan keterangan terkait agenda yang akan diikutinya.
"Undangannya suruh datang jam dua, katanya ada gladi resik. Ya kita datang," ujar Jumhur saat ditemui di komplek Istana.
Meski isu mengenai dirinya akan mengisi jabatan menteri telah beredar luas, Jumhur masih enggan memberikan jawaban pasti mengenai posisi spesifik yang akan diembannya.
Ia memilih untuk bersikap rendah hati dan menunggu pengumuman resmi agar tidak mendahului keputusan presiden.
"Eh saya... ya nanti aja lah kalau itu ya, enggak boleh mendahului enggak enak. Kan bisa berubah juga," katanya.
Ia menambahkan bahwa dalam undangan tersebut memang tertera agenda pelantikan, namun ia mengaku belum mengetahui detail jabatan yang dimaksud.
"Ya, hadir ada pelantikan. Pelantikan apanya belum tahu," katanya.
Fokus Isu Lingkungan dan Masalah Sampah
Baca Juga: Dipanggil ke Istana, Dudung Abdurachman Siap Dilantik: Saya Prajurit, Perintah Presiden Harus Siap
Nama Jumhur Hidayat santer dikaitkan dengan posisi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Menanggapi kemungkinan tersebut, Jumhur menyatakan kesiapannya untuk bekerja keras mengingat banyaknya tantangan di sektor lingkungan hidup.
"Menteri LHK banyak tugas dan harus kita tuntas kerja keras," tegasnya.
Jumhur bahkan sudah mulai memetakan prioritas kerja jika nantinya benar-benar dilantik sebagai Menteri LHK. Masalah sampah domestik dan komitmen lingkungan internasional menjadi poin utama yang menjadi perhatiannya.
"Oh banyak, sudah. Yang paling di depan mata ya soal sampah apa semua ya. Terus kita harus keep up juga dengan isu-isu atau kesepakatan internasional secara bertahap kita harus penuhi, kira-kira gitulah," jelas Jumhur mengenai ancang-ancang program kerjanya.
Kedekatan Jumhur dengan Presiden sendiri diakuinya sudah terjalin sangat lama, bahkan sejak era 90-an.
Komunikasi intensif mengenai penugasan ini pun diakuinya baru saja dikonfirmasi secara mendadak pada pagi hari sebelum gladi resik dimulai.
Tag
Berita Terkait
-
Dipanggil ke Istana, Dudung Abdurachman Siap Dilantik: Saya Prajurit, Perintah Presiden Harus Siap
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
-
Jenderal Dudung Masuk Kabinet Prabowo Sore Ini? Daftar 6 Orang Reshuffle Menteri
-
Reshuffle Kabinet: 6 Pejabat yang Diprediksi Masuk Pusaran Pelantikan
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit
-
KAI Daop 1 Jakarta: Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Meninggal Dunia
-
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Dugaan Awal Akibat Kecelakaan Taksi Listrik
-
KAI Commuter Terapkan Rekayasa Rute Pasca Tabrakan KA di Bekasi Timur, Ini Daftar Lengkapnya
-
KAI Masih Evakuasi dan Data Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur
-
Tabrakan KRL Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Basarnas Kerahkan Tim Evakuasi
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Penyebab Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur Masih Diselidiki