News / Nasional
Senin, 27 April 2026 | 15:48 WIB
Jumhur Hidayat. (Youtube Dwi Wira Ramadhan)
Baca 10 detik
  • Aktivis buruh Jumhur Hidayat hadir di Istana pada Senin (27/4/2026) untuk mengikuti gladi resik agenda pelantikan kabinet.
  • Jumhur diprediksi menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan fokus utama menangani persoalan sampah serta kebijakan internasional.
  • Jumhur akan memimpin aksi ratusan ribu buruh di Monas pada 1 Mei untuk menyambut kebijakan baru dari pemerintah.

Suara.com - Aktivis buruh kawakan, Jumhur Hidayat, tampak hadir memenuhi undangan ke istana pada Senin (27/4/2026) siang ini. Kehadirannya memicu spekulasi kuat mengenai posisinya dalam jajaran kabinet pemerintahan mendatang.

Saat dikonfirmasi mengenai maksud kedatangannya, Jumhur memberikan keterangan terkait agenda yang akan diikutinya.

"Undangannya suruh datang jam dua, katanya ada gladi resik. Ya kita datang," ujar Jumhur saat ditemui di komplek Istana.

Meski isu mengenai dirinya akan mengisi jabatan menteri telah beredar luas, Jumhur masih enggan memberikan jawaban pasti mengenai posisi spesifik yang akan diembannya.

Ia memilih untuk bersikap rendah hati dan menunggu pengumuman resmi agar tidak mendahului keputusan presiden.

"Eh saya... ya nanti aja lah kalau itu ya, enggak boleh mendahului enggak enak. Kan bisa berubah juga," katanya.

Ia menambahkan bahwa dalam undangan tersebut memang tertera agenda pelantikan, namun ia mengaku belum mengetahui detail jabatan yang dimaksud.

"Ya, hadir ada pelantikan. Pelantikan apanya belum tahu," katanya.

Fokus Isu Lingkungan dan Masalah Sampah

Baca Juga: Dipanggil ke Istana, Dudung Abdurachman Siap Dilantik: Saya Prajurit, Perintah Presiden Harus Siap

Nama Jumhur Hidayat santer dikaitkan dengan posisi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Menanggapi kemungkinan tersebut, Jumhur menyatakan kesiapannya untuk bekerja keras mengingat banyaknya tantangan di sektor lingkungan hidup.

"Menteri LHK banyak tugas dan harus kita tuntas kerja keras," tegasnya.

Jumhur bahkan sudah mulai memetakan prioritas kerja jika nantinya benar-benar dilantik sebagai Menteri LHK. Masalah sampah domestik dan komitmen lingkungan internasional menjadi poin utama yang menjadi perhatiannya.

"Oh banyak, sudah. Yang paling di depan mata ya soal sampah apa semua ya. Terus kita harus keep up juga dengan isu-isu atau kesepakatan internasional secara bertahap kita harus penuhi, kira-kira gitulah," jelas Jumhur mengenai ancang-ancang program kerjanya.

Kedekatan Jumhur dengan Presiden sendiri diakuinya sudah terjalin sangat lama, bahkan sejak era 90-an.

Komunikasi intensif mengenai penugasan ini pun diakuinya baru saja dikonfirmasi secara mendadak pada pagi hari sebelum gladi resik dimulai.

Load More