News / Nasional
Senin, 27 April 2026 | 19:59 WIB
Dudung Abdurrachman resmi menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP). (Dok. Biro Sekretariat Presiden)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto melantik Dudung Abdurrachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 27 April 2026.
  • Dudung berkomitmen menuntaskan program prioritas nasional serta memastikan efektivitas kinerja kementerian dan lembaga melalui pemangkasan birokrasi yang lebih sederhana.
  • Dudung akan menjalankan fungsi sebagai penghubung masyarakat dengan pemerintah serta melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan kebijakan di seluruh sektor.

Suara.com - Dudung Abdurrachman resmi menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP), setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Senin (27/4/2026) sore.

Kendati sudah menjabat KSP, Dudung mengaku masih mengemban jabatan sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional.

"Masih merangkap," kata Dudung dalam keterangannya kepada awak media usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Meski demikian, Dudung menilai akan segera ada perubahan perihal jabatan sebelumnya.

Sementara itu, terkait jabatan baru sebagai KSP, Dudung menyatakan komitmennya untuk menuntaskan program-program prioritas Presiden yang belum berjalan optimal.

“Yang pertama, tentunya bersyukur kepada Allah SWT dan yang kedua, berterima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas penunjukan saya sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Tentunya tugas-tugas ke depan bagaimana mensukseskan program strategi nasional dan untuk memastikan program unggulan Bapak Presiden sehingga bisa secara tuntas dan cepat,” kata Dudung.

Sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Dudung menegaskan bahwa dirinya juga mengemban tugas sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah.

"Apa yang menjadi keluhan-keluhan, ini saya akan buka 24 jam laporan-laporan dari masyarakat. Termasuk mengevaluasi dan memonitor program-program Kementerian Lembaga,” kata Dudung.

Dudung menyampaikan bahwa peran KSP tidak hanya sebagai penghubung, tetapi juga mengoordinasikan kerja sama dengan kementerian/lembaga hingga pemerintah daerah guna menyederhanakan sistem birokrasi.

Baca Juga: Bisikan Prabowo yang Bikin Rocky Gerung Tertawa-tawa di Istana: Pokoknya Ada

“Sehingga jangan sampai ada hal-hal yang menjadi prioritas Presiden, kemudian terjadi masalah-masalah birokrasi. Nanti kita pangkas birokrasi,” ujar Dudung.

Dalam kesempatan tersebut, Dudung juga memohon dukungan dan kerja sama seluruh pihak, khususnya kementerian dan lembaga terkait untuk proaktif dalam menuntaskan program-program prioritas Presiden.

“Sekali lagi saya mohon bantuan untuk kerja sama dengan seluruh masyarakat dan seluruh kelembagaan. Apabila ada hal-hal yang program-program prioritas Presiden yang tidak berjalan dengan semestinya, nanti kita akan sidak dan kita tuntaskan dengan baik,” pungkasnya.

Load More