News / Internasional
Selasa, 28 April 2026 | 08:28 WIB
Dua penumpang yang masih terjebak di dalam gerbong KRL Commuterline mendapatkan bantuan oksigen saat proses evakuasi kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/app/agr]
Baca 10 detik
  • Kecelakaan KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur menewaskan tujuh orang dan luka-luka.

  • Berbagai media internasional menyoroti evakuasi dramatis penumpang yang terjebak di dalam reruntuhan gerbong.

  • Penumpang selamat menceritakan suasana mencekam saat benturan keras terjadi secara tiba-tiba di stasiun.

Keterangan resmi ini menjadi acuan utama bagi media internasional dalam menggambarkan keparahan situasi di Stasiun Bekasi Timur.

Informasi ini menyebar cepat di platform digital sebagai peringatan akan risiko perjalanan di jalur sibuk tersebut.

Para penyintas menceritakan betapa cepatnya maut mengintai saat kedua rangkaian besi raksasa itu saling menghantam satu sama lain.

Sausan, seorang penumpang berusia 27 tahun, menceritakan pengalamannya yang mengerikan saat berada di dalam gerbong Commuter Line.

Kondisi kabin berubah menjadi kekacauan total dalam hitungan detik setelah suara dentuman keras lokomotif terdengar menggelegar.

Sausan menggambarkan bagaimana para penumpang saling bertumpuk dan terjepit di ruang yang sangat sempit tanpa celah udara.

Situasi di dalam gerbong sangat dramatis karena banyak penumpang yang tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri keluar.

Rasa takut akan kematian akibat kehabisan napas membayangi para korban yang berada di tumpukan paling bawah gerbong.

Beruntung, posisi Sausan yang berada di lapisan atas membuatnya memiliki peluang lebih besar untuk segera ditarik keluar.

Baca Juga: Update Daftar Nama 81 Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Vs KRL, 7 Meninggal Dunia

Sausan merasa sangat bersyukur karena dapat diselamatkan lebih awal dibandingkan rekan-rekan penumpang lain yang masih tertimbun.

Hingga saat ini, proses investigasi masih terus dilakukan untuk mencari tahu penyebab pasti kegagalan koordinasi antar kereta.

Masyarakat menanti hasil evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali menghantui sistem transportasi publik di masa depan.

Dukungan bagi para korban terus mengalir dari berbagai pihak seiring dengan proses pemulihan yang sedang berjalan.

Kecelakaan ini melibatkan Commuter Line dan KA Argo Bromo di jalur aktif yang sangat padat jadwal perjalanannya.

Kejadian pada 27 April 2026 ini menambah daftar panjang insiden kecelakaan transportasi rel yang melibatkan kereta jarak jauh.

Load More