-
Singapura menegaskan hak melintas di perairan internasional adalah hukum mutlak yang tidak bisa dinegosiasikan.
-
Penutupan Selat Hormuz meningkatkan beban lalu lintas energi di Selat Malaka hingga melampaui batas normal.
-
Pelanggaran hukum laut di satu wilayah dianggap Singapura sebagai ancaman serius bagi keamanan ekonomi global.
Bagi Singapura, aturan dalam Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) memiliki dampak nyata bagi keamanan ekonomi dunia.
“Bagi Singapura dan dunia, rezim lintas transit di bawah Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) bukanlah pertanyaan abstrak tentang doktrin hukum, melainkan pertanyaan dengan implikasi nyata bagi keamanan ekonomi global dan stabilitas internasional.”
Perdana Menteri Lawrence Wong sebelumnya juga memberikan peringatan keras mengenai bahaya menjadikan jalur air sebagai senjata politik.
Pada pertengahan April, PM Wong menegaskan bahwa membiarkan pihak mana pun mempersenjatai jalur internasional secara ilegal adalah preseden buruk.
Menteri Koordinator Keamanan Nasional, K Shanmugam, turut menyatakan kewaspadaan Singapura terhadap praktik komersialisasi hak navigasi.
Beliau mengatakan, Singapura “sangat waspada” ketika negara lain memperlakukan hak dan kebebasan navigasi sebagai hak istimewa diskresioner untuk dinegosiasikan atau dibayar.
Dalam upayanya, Singapura telah bersinergi dengan negara kepulauan lain seperti Fiji, Jamaika, dan Malta untuk mendesak pemulihan jalur Hormuz.
Zhulkarnain memuji kerja sama yang telah terjalin antara Singapura, Malaysia, dan Indonesia dalam mengelola Selat Malaka secara efektif.
Komitmen negara-negara tetangga ini mencerminkan kepatuhan yang kuat terhadap UNCLOS dan manajemen selat berbasis konsensus bersama.
Baca Juga: Pengamat Ingatkan Risiko Selat Malaka Jadi Arena Konflik, ASEAN Diminta Bertindak Cepat
Beliau menegaskan, “Sangat jelas bahwa kita semua mendapat manfaat dari keselamatan dan perlindungan jalur air yang kritis.”
Singapura berjanji untuk terus berkontribusi dalam menjaga agar Selat Hormuz tetap terbuka bagi industri pelayaran dan pelaut.
Zhulkarnain menutup pernyataannya dengan harapan agar konflik di Timur Tengah dapat segera diselesaikan melalui jalur diplomasi.
“Pada akhirnya, kami mengharapkan solusi diplomatik terhadap konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah yang akan membawa perdamaian dan stabilitas abadi bagi kepentingan global kita.”
Krisis di Selat Hormuz dipicu oleh eskalasi konflik di Iran yang melibatkan serangan militer pada awal tahun ini.
Penutupan jalur ini memaksa dunia menaruh perhatian lebih pada Selat Malaka sebagai jalur alternatif utama distribusi energi global.
Munculnya wacana pengenaan tarif tol di Selat Malaka oleh pihak tertentu sempat memicu kekhawatiran meski kemudian diklarifikasi, mempertegas pentingnya posisi Singapura dalam membela kebebasan navigasi sesuai hukum internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim