News / Internasional
Selasa, 28 April 2026 | 15:36 WIB
Israel Katz, Menteri Perahanan Israel
Baca 10 detik
  • Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengancam akan menghancurkan Lebanon akibat terus berlanjutnya serangan kelompok Hizbullah ke wilayah Israel.
  • Israel memerintahkan militer merespons tegas setiap pelanggaran kedaulatan meskipun saat ini kedua pihak sedang dalam fase gencatan senjata.
  • Presiden Lebanon Joseph Aoun mengupayakan proses diplomasi melalui mediator Amerika Serikat untuk menghentikan konflik yang menelan banyak korban.

Suara.com - Ketegangan antara Israel dan Lebanon kembali meningkat meski kedua pihak tengah berada dalam fase gencatan senjata.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz melontarkan ancaman keras yang memperkeruh situasi, dengan menyebut Lebanon bisa dilanda kehancuran besar jika konflik terus berlanjut.

Pernyataan itu muncul hanya beberapa hari setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu memerintahkan peningkatan operasi militer ke arah Beirut.

Dalam pertemuan dengan utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Lebanon, Jeanine Hennis-Plasschaert, Katz secara terbuka memperingatkan pemimpin Hizbullah, Naim Qassem.

"Naim Qassem sedang bermain api, dan api itu akan membakar Hizbullah dan seluruh Lebanon," ujar Katz dikutip dari Middle East Monitor yang mencatut pernyataan dari Menhan Israel.

Wilayah penyerbuan Hizbullah di Israel utara. (ANTARA/Anadolu/py/am.)

Ia juga menuding pemerintah Lebanon tidak mengambil langkah tegas terhadap aktivitas Hizbullah, bahkan menyebut negara tersebut berlindung di bawah pengaruh kelompok tersebut.

"Api akan berkobar dan melahap pohon-pohon cedar Lebanon," kata Katz memperingatkan.

Selain itu, Katz turut menyasar Presiden Lebanon, Joseph Aoun dengan menilai kebijakan yang diambil saat ini berisiko terhadap masa depan negara tersebut.

Di sisi lain, Israel menegaskan tidak akan menerima kondisi di mana gencatan senjata tetap berlangsung, tetapi serangan dari Hizbullah terus terjadi di wilayah Lebanon selatan maupun bagian utara Israel.

Baca Juga: Anak 14 Tahun Tewas Dirudal Israel di Palestina

Katz menyebut dirinya bersama Netanyahu telah menginstruksikan militer Israel untuk merespons secara tegas setiap ancaman yang muncul.

"Merespons dengan tembakan dahsyat terhadap Hizbullah jika terjadi kerusakan, ancaman, atau pelanggaran kedaulatan Israel," katanya

Sementara itu, Presiden Lebanon Joseph Aoun menilai gencatan senjata yang berlaku saat ini sebagai langkah awal menuju proses diplomasi lebih lanjut.

Ia menyebut posisi tersebut telah disampaikan kepada Amerika Serikat yang berperan sebagai mediator antara Beirut dan Tel Aviv.

Sebelumnya, Israel telah meningkatkan serangan ke wilayah Lebanon sebagai respons atas aksi Hizbullah.

Berdasarkan data pemerintah Lebanon, ribuan orang menjadi korban dalam konflik terbaru ini, dengan jutaan lainnya terdampak dan terpaksa mengungsi.

Load More