- Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengancam akan menghancurkan Lebanon akibat terus berlanjutnya serangan kelompok Hizbullah ke wilayah Israel.
- Israel memerintahkan militer merespons tegas setiap pelanggaran kedaulatan meskipun saat ini kedua pihak sedang dalam fase gencatan senjata.
- Presiden Lebanon Joseph Aoun mengupayakan proses diplomasi melalui mediator Amerika Serikat untuk menghentikan konflik yang menelan banyak korban.
Suara.com - Ketegangan antara Israel dan Lebanon kembali meningkat meski kedua pihak tengah berada dalam fase gencatan senjata.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz melontarkan ancaman keras yang memperkeruh situasi, dengan menyebut Lebanon bisa dilanda kehancuran besar jika konflik terus berlanjut.
Pernyataan itu muncul hanya beberapa hari setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu memerintahkan peningkatan operasi militer ke arah Beirut.
Dalam pertemuan dengan utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Lebanon, Jeanine Hennis-Plasschaert, Katz secara terbuka memperingatkan pemimpin Hizbullah, Naim Qassem.
"Naim Qassem sedang bermain api, dan api itu akan membakar Hizbullah dan seluruh Lebanon," ujar Katz dikutip dari Middle East Monitor yang mencatut pernyataan dari Menhan Israel.
Ia juga menuding pemerintah Lebanon tidak mengambil langkah tegas terhadap aktivitas Hizbullah, bahkan menyebut negara tersebut berlindung di bawah pengaruh kelompok tersebut.
"Api akan berkobar dan melahap pohon-pohon cedar Lebanon," kata Katz memperingatkan.
Selain itu, Katz turut menyasar Presiden Lebanon, Joseph Aoun dengan menilai kebijakan yang diambil saat ini berisiko terhadap masa depan negara tersebut.
Di sisi lain, Israel menegaskan tidak akan menerima kondisi di mana gencatan senjata tetap berlangsung, tetapi serangan dari Hizbullah terus terjadi di wilayah Lebanon selatan maupun bagian utara Israel.
Baca Juga: Anak 14 Tahun Tewas Dirudal Israel di Palestina
Katz menyebut dirinya bersama Netanyahu telah menginstruksikan militer Israel untuk merespons secara tegas setiap ancaman yang muncul.
"Merespons dengan tembakan dahsyat terhadap Hizbullah jika terjadi kerusakan, ancaman, atau pelanggaran kedaulatan Israel," katanya
Sementara itu, Presiden Lebanon Joseph Aoun menilai gencatan senjata yang berlaku saat ini sebagai langkah awal menuju proses diplomasi lebih lanjut.
Ia menyebut posisi tersebut telah disampaikan kepada Amerika Serikat yang berperan sebagai mediator antara Beirut dan Tel Aviv.
Sebelumnya, Israel telah meningkatkan serangan ke wilayah Lebanon sebagai respons atas aksi Hizbullah.
Berdasarkan data pemerintah Lebanon, ribuan orang menjadi korban dalam konflik terbaru ini, dengan jutaan lainnya terdampak dan terpaksa mengungsi.
Berita Terkait
-
Hizbollah Kecam Diplomasi Lemah Lebanon dengan Israel, Tuntut Pelucutan Senjata
-
Pasokan Terhambat Blokade, Harga Minyak Terus Merangkak Naik, Tembus 108 Dolar AS
-
11 Tentara dan Polisi Israel Dilaporkan Bunuh Diri, Tekanan Perang Gaza Disorot
-
Negara Sekaya Arab Saudi Mulai Hemat Anggaran Buntut Perang AS - Iran
-
Trump Ngambek Soal Nuklir, Buntu Negosiasi AS-Iran Bikin Harga Minyak Jadi USD 107
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Gak Pakai Ribet! Di Jakarta Fair 2026 Bisa Belanja Sambil Bayar Pajak Kendaraan
-
Viral TNI Ikut Hadang Massa Mahasiswa saat Demo di Bundaran HI, Kapuspen: Atas Permintaan Polri
-
Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil
-
Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK
-
Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'