-
Empat warga Palestina termasuk anak-anak tewas akibat serangan terbaru militer Israel di Gaza.
-
Israel dilaporkan telah melakukan ribuan pelanggaran gencatan senjata sejak bulan Oktober tahun lalu.
-
Kerusakan infrastruktur sipil di Gaza mencapai sembilan puluh persen akibat agresi militer berkepanjangan.
Suara.com - Aksi kekerasan militer Israel kembali merenggut nyawa warga sipil di Gaza termasuk seorang remaja di tengah periode gencatan senjata.
Langkah eskalasi ini membuktikan rapuhnya komitmen perdamaian saat mesin perang terus menyasar wilayah pemukiman dan infrastruktur publik.
Dikutip dari TRT, kematian anak berusia 14 tahun menjadi bukti nyata betapa tingginya risiko keselamatan bagi warga Palestina yang berada di zona konflik.
Laporan medis terbaru menunjukkan pola serangan yang kian meluas melalui penggunaan pesawat nirawak hingga tembakan artileri berat.
Situasi di lapangan semakin mencekam seiring meningkatnya intensitas gempuran di beberapa titik strategis jalur Gaza.
Dua warga sipil dipastikan tewas seketika saat drone militer Israel menghantam sebuah sepeda motor di dekat Bundaran Kuwait.
Titik serangan tersebut berada di Jalan Salah al-Din yang merupakan jalur utama di tenggara Kota Gaza.
Satu nyawa lainnya melayang di area Al-Mughraqa akibat berondongan peluru tajam dari pasukan darat militer Israel.
Kabar duka juga datang dari lingkungan Sheikh Radwan setelah seorang remaja meninggal akibat luka parah dari serangan malam sebelumnya.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Mesin Cuci Mini Favorit Anak Kos, Ukuran Kecil Bikin Hidup Lebih Praktis
Korban yang masih berusia sangat muda tersebut menambah daftar panjang anak-anak yang menjadi sasaran dalam konflik ini.
Pasukan Israel melancarkan penembakan artileri yang membabi buta ke arah timur Khan Younis di wilayah selatan.
Helikopter militer dan unit artileri juga terlihat aktif melepaskan tembakan di wilayah kamp pengungsi Al-Bureij.
Tidak hanya dari udara dan darat, armada angkatan laut Israel juga menembakkan proyektil ke arah pantai Kota Gaza.
Kawasan Al-Tuffah yang berada di sisi timur juga tidak luput dari serangan intensif meriam militer sepanjang pagi ini.
Serangkaian aksi militer ini menciptakan ketakutan luar biasa di kalangan pengungsi yang mencoba bertahan hidup di tengah kepungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami
-
Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih
-
Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?
-
Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan
-
Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita
-
Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui
-
Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah
-
Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar
-
Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG