News / Internasional
Rabu, 29 April 2026 | 09:34 WIB
Donald Trump (IG Donald Trump)
Baca 10 detik
  • Dubes Inggris menyebut Israel sebagai satu-satunya negara dengan hubungan spesial bersama Amerika Serikat.

  • Pernyataan Christian Turner memicu ketegangan diplomatik saat Raja Charles mengunjungi Washington.

  • Skandal Epstein dianggap Turner lebih berdampak pada tokoh Inggris dibanding elit Amerika.

Suara.com - Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat, Christian Turner, secara terang-terangan meragukan status hubungan istimewa negaranya.

Ia justru menilai bahwa predikat mitra paling eksklusif bagi Gedung Putih saat ini hanya layak disematkan kepada Israel.

Dikutip dari CNN, pernyataan ini menjadi pukulan telak bagi narasi diplomatik yang selama ini dibangun oleh pemerintah dan monarki Inggris.

Dokumen Ini Bongkar Nafsu Donald Trump Caplok Kanada hingga Sindir Raja Charles III [Tangkap layar X]

Klaim kontroversial tersebut mencuat tepat saat Raja Charles III sedang menjalani kunjungan kenegaraan penting di Amerika.

Dalam rekaman yang beredar, Turner secara eksplisit menghindari penggunaan istilah hubungan spesial untuk menggambarkan relasi Inggris-Amerika.

“‘Hubungan spesial’ adalah frasa yang saya coba untuk tidak ucapkan karena itu cukup nostalgia, cukup melihat ke belakang, dan memiliki banyak semacam beban di dalamnya,” ujar Turner.

Pandangannya memberikan perspektif baru bahwa dinamika politik global telah menggeser prioritas strategis Amerika Serikat di masa kini.

Donald Trump [The White House]

Ia menambahkan penilaian pribadinya mengenai negara mana yang benar-benar memegang kunci kedekatan dengan otoritas di Washington.

“Saya pikir mungkin ada satu negara yang memiliki hubungan spesial dengan Amerika Serikat – dan itu mungkin Israel,” kata Turner dalam rekaman tersebut.

Baca Juga: Iran Alami Kelakaan Obat Kanker dan Diabetes Akibat Serangan Udara Militer Israel - AS

Turner juga memberikan sorotan tajam terhadap perbedaan penanganan hukum terkait kasus asusila mendiang Jeffrey Epstein.

Ia merasa sangat heran karena tokoh-tokoh besar di Amerika Serikat seolah tidak tersentuh oleh dampak hukum kasus tersebut.

Kondisi ini sangat berbanding terbalik dengan situasi di Inggris di mana sejumlah elit pemerintahan dan bangsawan tumbang.

Sosok seperti Peter Mandelson dan Andrew Mountbatten-Windsor harus menghadapi konsekuensi serius dan pemeriksaan intensif akibat keterkaitan mereka.

Turner mengungkapkan keheranannya terhadap fenomena hukum di Amerika yang nampak sangat kebal terhadap guncangan skandal internasional ini.

Kritik Turner tidak berhenti pada hubungan internasional, namun juga menyasar stabilitas politik internal di Downing Street.

Load More