-
Dubes Inggris menyebut Israel sebagai satu-satunya negara dengan hubungan spesial bersama Amerika Serikat.
-
Pernyataan Christian Turner memicu ketegangan diplomatik saat Raja Charles mengunjungi Washington.
-
Skandal Epstein dianggap Turner lebih berdampak pada tokoh Inggris dibanding elit Amerika.
Suara.com - Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat, Christian Turner, secara terang-terangan meragukan status hubungan istimewa negaranya.
Ia justru menilai bahwa predikat mitra paling eksklusif bagi Gedung Putih saat ini hanya layak disematkan kepada Israel.
Dikutip dari CNN, pernyataan ini menjadi pukulan telak bagi narasi diplomatik yang selama ini dibangun oleh pemerintah dan monarki Inggris.
Klaim kontroversial tersebut mencuat tepat saat Raja Charles III sedang menjalani kunjungan kenegaraan penting di Amerika.
Dalam rekaman yang beredar, Turner secara eksplisit menghindari penggunaan istilah hubungan spesial untuk menggambarkan relasi Inggris-Amerika.
“‘Hubungan spesial’ adalah frasa yang saya coba untuk tidak ucapkan karena itu cukup nostalgia, cukup melihat ke belakang, dan memiliki banyak semacam beban di dalamnya,” ujar Turner.
Pandangannya memberikan perspektif baru bahwa dinamika politik global telah menggeser prioritas strategis Amerika Serikat di masa kini.
Ia menambahkan penilaian pribadinya mengenai negara mana yang benar-benar memegang kunci kedekatan dengan otoritas di Washington.
“Saya pikir mungkin ada satu negara yang memiliki hubungan spesial dengan Amerika Serikat – dan itu mungkin Israel,” kata Turner dalam rekaman tersebut.
Baca Juga: Iran Alami Kelakaan Obat Kanker dan Diabetes Akibat Serangan Udara Militer Israel - AS
Turner juga memberikan sorotan tajam terhadap perbedaan penanganan hukum terkait kasus asusila mendiang Jeffrey Epstein.
Ia merasa sangat heran karena tokoh-tokoh besar di Amerika Serikat seolah tidak tersentuh oleh dampak hukum kasus tersebut.
Kondisi ini sangat berbanding terbalik dengan situasi di Inggris di mana sejumlah elit pemerintahan dan bangsawan tumbang.
Sosok seperti Peter Mandelson dan Andrew Mountbatten-Windsor harus menghadapi konsekuensi serius dan pemeriksaan intensif akibat keterkaitan mereka.
Turner mengungkapkan keheranannya terhadap fenomena hukum di Amerika yang nampak sangat kebal terhadap guncangan skandal internasional ini.
Kritik Turner tidak berhenti pada hubungan internasional, namun juga menyasar stabilitas politik internal di Downing Street.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Alasan di Balik Serangan Terhadap Andrie Yunus: Tuduhan Teror hingga Narasi Anti-Militer
-
Mahfud MD Ragukan Motif Dendam Pribadi di Kasus Andrie Yunus: Kinerja Komnas HAM Sangat Mundur
-
Guyon Prabowo ke Menteri Trenggono: Sakti Terus Ya, Gak Boleh Pingsal Lagi!
-
Foto Kerang Berkode 86 47 Bongkar Rencana Pembunuhan Donald Trump
-
8 Kereta Batal Berangkat dari Stasiun Senen dan Gambir Hari Ini, Ada KA Brantas hingga Parahyangan
-
Deretan Kontroversi Rudy Masud: Mobil Dinas Rp8,5 Miliar hingga Renovasi Rumdin Rp25 M!
-
Bertambah Satu! Korban Jiwa Kecelakaan KRL di Bekasi Total 16 Orang
-
Bank Dunia Peringatkan Hal Mengerikan Bakal Terjadi Imbas Perang AS - Iran Berkepanjangan
-
TIDAR Desak Pembenahan Sistem Daycare Nasional Usai Kasus di Yogyakarta
-
Masih Dirawat Intensif, Hakim Militer Tetap Minta Andrie Yunus Bersaksi