News / Nasional
Rabu, 29 April 2026 | 11:11 WIB
Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina kritik usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi soal pemindahan gerbong wanita. (Humas DPR RI)
Baca 10 detik
  • Selly Andriany Gantina mengkritik usulan Menteri PPPA terkait pemindahan gerbong khusus perempuan ke posisi tengah rangkaian KRL.
  • Pemerintah didesak melakukan evaluasi total sistem keselamatan transportasi daripada sekadar mengubah posisi fisik gerbong demi keamanan penumpang.
  • Tragedi kecelakaan KRL di Bekasi Timur harus menjadi momentum reformasi struktural untuk menjamin standar keamanan seluruh rangkaian kereta api.

Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyampaikan usulan pasca kecelakaan KRL di Bekasi Timur yang menimpa gerbong khusus perempuan.

Arifah Fauzi mengusulkan kepada Kereta Api Indonesia (KAI) agar gerbong khusus perempuan tak lagi di rangkaian paling depan dan belakang.

"Jadi kalau bisa di posisi di tengah, jadi posisi paling tengah, untuk gerbongnya ya. Supaya juga lebih safe dan aman," ujar Arifah Fauzi.

Load More