-
Identitas Hakima Boukerouis terungkap setelah 20 tahun melalui kampanye Identify Me Interpol.
-
Polisi menangkap tersangka pertama berkat keberhasilan identifikasi DNA korban di Prancis.
-
Mahkota gigi mahal dan teknologi DNA menjadi kunci utama pemecahan kasus pembunuhan lama.
Pada masa awal penyelidikan, para detektif sempat menduga bahwa perempuan tersebut berasal dari kawasan Eropa Timur atau Rusia.
Dugaan itu muncul berdasarkan pengamatan fisik awal yang dilakukan oleh tim forensik Prancis di lokasi kejadian perkara.
Namun, fokus penyelidikan kemudian beralih pada detail medis yang sangat spesifik yakni sebuah mahkota gigi tipe Richmond.
Mahkota gigi tersebut merupakan kategori perawatan mahal pada masa itu dan diperkirakan dipasang di fasilitas medis Jerman.
Detail mahkota gigi mewah inilah yang membuat korban sempat dijuluki sebagai "wanita dengan mahkota gigi Richmond" oleh tim pencari.
Kini, spekulasi mengenai kewarganegaraan dan asal-usul korban telah berakhir seiring keluarnya hasil tes DNA yang valid dan akurat.
Penyelidik memastikan bahwa kematian Hakima Boukerouis kemungkinan besar terjadi antara bulan September hingga Oktober pada tahun 2004.
"Kemajuan seperti ini menunjukkan betapa pentingnya untuk terus menyelidiki kasus-kasus lama yang belum terpecahkan," kata Valdecy Urquiza menekankan signifikansi kasus ini.
Penangkapan tersangka yang dilakukan baru-baru ini diharapkan mampu mengungkap motif di balik tindakan keji yang menimpa Hakima.
Baca Juga: Trauma Usai Tabrakan KRLArgo Bromo, Penumpang Perempuan Kini Pilih Hindari Gerbong Ujung
Pihak kepolisian Metz kini sedang mendalami keterkaitan tersangka dengan aktivitas korban sesaat sebelum dilaporkan menghilang atau meninggal dunia.
Kasus Hakima Boukerouis bermula pada Januari 2005 di Saint-Quirin, Prancis, saat jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam tong plastik.
Selama bertahun-tahun, identitasnya tidak diketahui dan hanya dikenali lewat mahkota gigi Richmond yang mahal, hingga Interpol memasukkannya dalam kampanye "Identify Me".
Kampanye ini bertujuan mengidentifikasi puluhan jenazah perempuan di Eropa melalui bantuan publik dan teknologi forensik terbaru.
Setelah 20 tahun, penggunaan DNA kekeluargaan akhirnya berhasil mengungkap nama aslinya dan berujung pada penangkapan tersangka pertama dalam sejarah kampanye tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Cekcok Saat Main Bola, Dua Pemuda Cengkareng Nekat Siram Air Keras Hingga Masuk Sel
-
Peneliti Soroti Kebijakan Menhan Soal Militer Asing di Langit RI, Minta DPR Perketat Pengawasan
-
Jelang May Day KSPSI Bocorkan Permenaker Outsourcing, Bakal Lebih Ketat?
-
Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi
-
Kemenhan Bahas Akses Langit RI, Connie Bakrie: Harga Diri Bangsa Lebih Mahal dari Bantuan Keamanan
-
Sadis dan Terencana: 7 Fakta Pengeroyokan Pelajar di Bantul, Motif Geng hingga Ancaman Hukuman Mati
-
Kisah Haru Evakuasi Kecelakaan KRL Bekasi, Suami Temani Istri Terjepit 10 Jam Sambil Ngelus Pundak
-
May Day di Monas, Andi Gani Pastikan Tanpa Dana Oligarki
-
Prabowo Tunjuk Jumhur Jadi Menteri, Analis: Sinyal Perang ke Oligarki Hitam Lingkungan
-
Kecelakaan Maut Bekasi Timur: Mengapa Sistem Keamanan Kereta Gagal Mengadang Tragedi?