- Pemerintah DKI Jakarta akan membatasi pembuangan sampah ke TPST Bantargebang sebesar 50 persen mulai tanggal 1 Agustus 2026.
- Kebijakan tersebut diterapkan karena daya tampung TPST Bantargebang telah penuh dan untuk mencegah insiden longsor di masa mendatang.
- DPRD mendesak Sekda DKI segera menginstruksikan jajaran tingkat bawah agar aktif melakukan sosialisasi program pilah sampah kepada masyarakat.
Suara.com - Pemerintah akan mulai membatasi pembuangan sampah dari Jakarta ke TPST Bantargebang pada 1 Agustus 2026.
Kebijakan diterapkan dengan memangkas volume sampah yang dikirim hingga 50 persen dari jumlah biasanya.
Langkah tersebut diambil sebagai respons atas kondisi daya tampung TPST Bantargebang yang disebut sudah penuh.
Insiden longsor di lokasi beberapa waktu lalu pun turut menjadi latar belakang diberlakukannya pembatasan.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino menegaskan, kebijakan ini harus menjadi perhatian serius seluruh jajaran pemerintah daerah.
Pasalnya, Wibi mendapati bahwa sosialisasi pilah sampah di tingkat masyarakat masih sangat minim menjelang tenggat waktu kebijakan.
“Kalau 1 Agustus, ini tinggal berapa bulan lagi ya? Tiga ya? Tiga bulan, tapi saya belum melihat ada woro-woronya di RT RW untuk kegiatan pilah-pilih sampah,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Ia pun meminta Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta untuk segera menginstruksikan jajarannya agar merespons kebijakan ini dengan penuh tanggung jawab.
“Saya minta perhatian serius dari Pak Sekda, untuk memerintahkan jajarannya untuk, ini sudah menjadi satu sense of crisis harusnya,” kata Wibi.
Baca Juga: Dari Sampah Jadi Genteng, Prabowo Dorong Inovasi Bernilai Ekonomi
Sang legislator tidak ingin Jakarta terseret persoalan hukum lagi dalam urusan pengelolaan sampah, seperti yang terjadi pada eks Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Asep Kuswanto baru-baru ini.
“Jangan sampai nanti, kasus seperti Pak Asep menjadi tersangka karena permasalahan Bantargebang, itu bisa terjadi kepada bapak-bapak yang lain. Ini kan kasihan, karena satu kebijakan yang nanti memberangus kita semua,” tutur Wibi mewanti-wanti.
Oleh karenanya, koordinasi lintas wilayah hingga tingkat paling bawah untuk menyukseskan gerakan pengelolaan sampah harus segera dijalankan.
“Saya minta kepada Pak Sekda untuk memerintahkan jajarannya di tingkat kelurahan, kecamatan untuk segera berkoordinasi dengan RT RW. Ini adalah ‘Gerakan Semesta Pilah Pilih Sampah’,” pungkas Wibi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
China Luncurkan Hiu Biru, Jet Tempur Siluman Penantang Pesawat F-35 Amerika Serikat
-
Alarm Bumi! Antartika Mulai Mencair dari Bawah, Ilmuwan Ungkap Ancaman Besar
-
Drama di Laut Mediterania! Militer Israel Hadang Armada Kemanusiaan Menuju Gaza
-
Iran Murka! AS Masih Tahan 22 Awak Kapal Touska, Teheran Siapkan Balas Dendam
-
Kasus Kekerasan di Daycare Baby Preneur Aceh, Polisi Tetapkan 3 Tersangka
-
Asa di Tengah Duka: Pemprov DKI Siapkan Beasiswa bagi Anak Guru Nur Laila Korban Tragedi KRL Bekasi
-
Viral CCTV Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Polisi Ungkap Kejadian Terjadi Dua Kali
-
Donald Trump Bersumpah Pertahankan Blokade, Iran Ancam Balasan Mengerikan
-
Menteri PPPA Soal Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah: Saya Sadar Itu Kurang Tepat
-
Kebakaran Hebat Landa Pasar Kanjengan Semarang, Ratusan Kios Hangus dalam Semalam