-
Uni Emirat Arab resmi keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei 2026 mendatang.
-
Rusia memperingatkan potensi kelebihan pasokan minyak yang memicu penurunan harga pasar global secara signifikan.
-
Kebebasan produksi tanpa koordinasi menjadi ancaman utama bagi stabilitas nilai jual minyak mentah dunia.
Suara.com - Keputusan Uni Emirat Arab meninggalkan keanggotaan OPEC memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas harga minyak dunia di masa depan.
Langkah berani Abu Dhabi ini diprediksi bakal mengakhiri era koordinasi produksi ketat yang selama ini menjaga keseimbangan pasar energi.
Dikutip dari Reuters, Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov menilai keluarnya salah satu produsen raksasa tersebut merupakan sinyal berakhirnya kendali kolektif terhadap volume produksi.
Tanpa ikatan organisasi negara-negara tersebut berpeluang membanjiri pasar dengan memompa minyak hingga batas maksimal kapasitas mereka.
Situasi ini menjadi ancaman nyata bagi negara-negara produsen yang selama ini menggantungkan pendapatan pada harga minyak tinggi.
“Hari ini kita mendengar bahwa salah satu negara, Uni Emirat Arab, meninggalkan OPEC,” kata Siluanov.
Pernyataan tersebut menunjukkan adanya kekhawatiran internal dalam aliansi OPEC+ terhadap ketidakteraturan kebijakan produksi di masa mendatang.
Siluanov menegaskan bahwa kebebasan produksi oleh mantan anggota akan berdampak langsung pada nilai jual komoditas tersebut di bursa internasional.
“Apa artinya ini? Artinya negara tersebut dapat memproduksi minyak sebanyak yang memungkinkan kapasitas produksinya dan melepaskannya ke pasar," lanjut dia.
Baca Juga: Mengejutkan! UEA Keluar dari OPEC
Jika langkah ini diikuti oleh produsen lain secara tidak terencana maka penurunan harga menjadi konsekuensi yang tidak terhindarkan.
"Jika negara-negara OPEC menjalankan kebijakan mereka secara tidak terkoordinasi (setelah keluarnya UEA) dan memproduksi minyak sebanyak kapasitas produksi mereka dan sebanyak yang mereka inginkan, harga akan turun sesuai dengan itu," ujarnya.
Meskipun ancaman penurunan harga nyata Rusia melihat saat ini nilai minyak masih tertahan oleh faktor konflik di Timur Tengah.
Blokade di Selat Hormuz menjadi satu-satunya variabel kuat yang mencegah anjloknya harga akibat sentimen keluarnya Uni Emirat Arab.
Prediksi buruk mengenai kelebihan pasokan kemungkinan besar baru akan terealisasi saat jalur distribusi utama tersebut kembali normal.
Rusia sendiri memilih tetap bertahan dalam format OPEC+ guna menjaga pengaruhnya di tengah krisis energi global yang kian dinamis.
Uni Emirat Arab secara resmi menyatakan akan meninggalkan keanggotaan OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei 2026 mendatang.
Keputusan strategis ini diambil di tengah ketegangan perang di Iran yang sedang mengguncang fundamental pasar energi dunia.
Alasan utama hengkangnya UEA adalah fokus pada percepatan investasi domestik serta visi jangka panjang untuk memaksimalkan potensi produksi energi secara mandiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal
-
Wali Kota San Miguel Amatitlan Tewas Ditembak di Rumahnya Sendiri
-
Klaim Mobilnya Dipasang Alat Pelacak, Tiyo Ardianto Dikuliti Netizen: Beasiswa KIP, Mobil Fortuner?
-
Curanmor di Perumahan Bekasi Terungkap, Polisi Sita NMax dan Korek Api Berbentuk Pistol
-
Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau
-
Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi
-
Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri
-
Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya
-
Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi
-
Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi